Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Dinas Pariwisata Bantul berencana mengembangkan wisata dirgantara di kawasan Pantai Parangtritis
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata Bantul berencana mengembangkan wisata dirgantara di kawasan Pantai Parangtritis. Hal ini didasari Bantul sebagai satu-satunya wilayah dengan tebing yang menghadap ke barat sehingga potensial untuk olahraga dirgantara.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto mengatakan jika ide ini muncul melihat kesuksesan even dirgantara Jogja Air Show (JAS) 2018 yang digelar beberapa waktu lalu.
Acara ini berhasil menyedot perhatian khalayak luas sehingga sangat potensial untuk diselenggarakan dengan konsep serupa. "Jadi ini bisa dikembangkan dengan adanya even dirgantar setiap pekan," terangnya kepada Harianjogja.com, Senin (19/3/2018).
Menurutnya, wilayah pantai selatan itu bisa dijadikan pusat olahraga dirgantar dengan potensi yang ada. Namun, dikhususkan pada jenis kegiatan yang memanfaatkan angin barat. Lebih lanjut, ia menyebutkan jika Bantul adalah satu lokasi yang unik karena memiliki tebing yang menghadap barat sehingga bisa dimanfaatkan.
Selain menyedot kunjungan peminat olahraga ini maka bisa juga dijadikan atraksi bagi wisatawan umum. Jika memang memungkinkan dan peminatnya cukup tinggi maka pengunjung bisa ikut mencoba olahraga tersebut dengan membayar sejumlah biaya. Ia merujuk pada terbang tandem paralayang yang kini disediakan di bukit sisi paling timur kawasan pantai tersebut.
Sejumlah wisatawan banyak yang tertarik ikut mencoba olahraga ekstrem tersebut. Namun, karena memang hanya dilakoni oleh penggiatnya yang cukup aktif maka wisatawan bisa ikut terbang bersama dengan membayar biaya setidaknya Rp400.000 sekali terbang.
Pengunjung akan mendapatkan pengalaman selama 15 menit dari atas ketinggian dengan menikmati hamparan Samudera Hindia dan garis pantai kawasan Parangtritis.
Keunggulan lainnya, tambah Kwintarto, keberadaan pangkalan udara yang berlokasi di DIY juga bisa menambah daya tarik pusat olahraga dirgantara itu. "Pasti harus dioptimalkan meskipun langkahnya memang masih jauh," katanya.
Meski belum bisa menyebutkan langkah awal yang akan ditempuh, mantan camat Sewon ini menyebutkan akan dilakukan kajian awal terlebih dahulu untuk ide besar ini.
Irsa, salah satu wisatawan yang sebelumnya ditemui di bukit yang kerap disebut bukit paralayang itu mengatakan jika memang sengaja datang untuk menjajal olahraga ekstrem itu. "Memang pengen coba dulu, biayanya ya memang segitu sih, siapa tahu senang terus mau menekuni," katanya.
Apalagi, terbang dengan paralayang ini menawarkan pemandangan laut lepas sehingga biaya yang dibayarkannya dianggap sepadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.