Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
HarianJogja/Gigih M. Hanafi Deretan penjor lampion bertuliskan HUT 259 terpasang di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, Rabu (30/9). Penjor lampion tersebut menghiasi kawasan jalan Malioboro selama sebulan dimulai tanggal 1 Oktober 2015 untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota JOgja pada 7 Oktober 2015 mendatang.
Malam tahun baru di Jogja diharapkan tak terlalu menimbulkan kemacetan parah.
Harianjogja.com, JOGJA-Sehari menjelang malam pergantian tahun, sepanjang Jalan Malioboro steril dari parkir sejak Kamis (31/12/2015) pagi, pukul 06.00 WIB sampai Jumat (1/1/2015) pukul 06.00 WIB.
Kepala Polresta Jogja Komisaris Besar Polisi Prihartono Eling Lelakon mengatakan kepastian bebas parkir sepanjang Jalan Malioboro dari Simpang Teteg sampai Titik Nol Kilometer merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Jogja.
Selain bebas parkir, jelang malam pergantian tahun semua andong dan becak dilarang melintas Jalan Malioboro mulai pukul 17.00 WIB.
"Pukul 19.00 WIB Jalan Malioboro ditutup untuk semua jenis kendaraan." kata Prihartono dalam keterangan persnya di Markas Polresta Jogja, Selasa (29/12/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Lionel Messi punya catatan istimewa pada 1 September dengan 4 gol dari dua laga bersama Barcelona dan Argentina.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.