3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Lalu lintas Jogja menyediakan sejumlah jalur alternatif.
Harianjogja.com, JOGJA -- Kontras dengan kepadatan di jalur-jalur utama menuju lokasi wisata, jalur alternatif ternyata relatif lengang. Sayangnya keberadaan jalur ini belum bisa dimanfaatkan wisatawan secara maksimal sehingga penumpukan masih saja terjadi.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, koridor Jogja-Wonosari menjadi salah satu koridor yang mengalami kepadatan tinggi sejak H-1 Libur Natal 24 Desember 2015 lalu.
Di Pos Piyungan kepadatan di jalur keluar menuju kabupaten GUnungkidul mencapai 17.824 kendaraan pada hari H dan naik menjadi 19.320 kendaraan sehari setelah Natal. Jumlah itu melonjak drastis di H+2 Minggu (27/12/2015). Tercatat lebih dari 40.000 kendaraan keluar dari kota Jogja lewat Piyungan.
Padatnya lalu lintas membuat aparat kepolisian yang berjaga menonaktifkan lampu pengatur lalu lintas dan menutup pesimpangan di sepanjang jalur menuju Gunungkidul. Lalu lintas dari arah timur ke barat dan sebaliknya mendapat prioritas. Sementara kendaraan dari arah utara menuju selatan dan sebaliknya harus sedikit memutar untuk mencapai tempat tujuan.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dishubkominfo DIY, Harry Agustriono mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memberikan berbagai rambu untuk menggunakan jalur alternatif. Namun pilihan itu rupanya tak banyak digunakan oleh pengguna jalan raya.
"Untuk ke Baron misalnya kami ada jalur alternatif lewat Panggang. Dari parangtritis hanya tiga kilo yang belum dilebarkan, sisanya langsung bertemu JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan)," beber dia.
Pilihan itu menurut Harry jauh lebih nyaman ketimbang menggunakan jalur konvensional karena ruas jalan yang tak terlalu ramai dan relatif landai. Kondisi itu berbeda dengan jalur utama Jogja-Wonosari yang berkelok.
Selain jalur JJLS, Dishubkominfo juga sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif lain untuk menuju ke berbagai lokasi wisata. Namun kondisi jalur alternatif menuju area lokasi wisata lainnya mengalami nasib serupa.
"Sayangnya jalur-jalur ini belum banyak digunakan, mungkin khawatir karena belum familiar dengan jalannya," imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan