Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Libur akhir tahun ini, penumpang bus di Terminal Wates melonjak hingga 300%
Harianjogja.com, KULONPROGO- Jumlah penumpang di Terminal Wates melonjak hingga 300% sejak Kamis (23/12/2015) lalu. Jumlah ini tertinggi bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Selain liburan Natal dan tahun baru, diduga hal ini disebabkan dengan adanya hari libur Maulid Nabi dan bertepatan dengan libur sekolah.
“Mungkin karena libur sekolah, makanya melonjak,” ujar Sugiyono, Kepala Sie Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo di Terminal Wates, pada Selasa (29/12/2015).
Peningkatan terjadi terutama pada jenis bus antar kota antar provinsi (AKAP), khususnya bus malam. Umumnya, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal ini dalam sehari hanya mencapai jumlah 100 orang. Namun sejak Kamis (23/12/2015) meningkat menjadi 200 orang dan pada Jumat (25/12/2015) mencapai puncaknya hingga 400 orang.
Hingga saat ini, jumlah terus masih terus bertahan dan diperkirakan baru akan menurun pada 2 Januari 2016 mendatang. Bus yang dipenuhi penumpang umumnya merupakan angkutan dengan daerah tujuan Jakarta. “Paling ramai ya Jabodetabek [Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi],” jelas Sugiyono.
Meningkatnya jumlah kendaraan di akhir tahun ini membuat beberapa bus terlambat, khususnya karena kepadatan lalu lintas. Ia juga menyebutkan jika sebelumnya ada bus yang butuh waktu dua hari untuk menempuh perjalanan Jakarta-Wates karena kemacetan yang ada.
Hal ini pula yang membuat beberapa bus AKAP terlambat berangkat dari Terminal Wates. Sebelumnya, bus jenis ini terakhir berangkat dari terminal ini pada 16.00, namun di musim liburan ini molor hingga pukul 21.00 untuk keberangkatan terakhirnya.
“Padahal biasanya kami lancar, baru tahun ini ada keterlambatan,” jelas Daryana, Petugas Terminal Wates.
Meski demikian, Daryana juga menguraikan jika untuk jenis angkudes dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami penurunan jumlah penumpang yang signifikan. “Jadi sepi sekali, dalam satu bus angkudes paling cuma ada 3,4[penumpang],” jelas Daryana.
Menurutnya hal ini dikarenakan sedang masuk masa liburan sekolah. Ia juga menambahkan jika penumpang angkutan jenis ini didominasi oleh anak sekolah dan pekerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.