KONFLIK MTS & WARGA : Tembok Perumahan Akhirnya Dibongkar

Senin, 04 Januari 2016 14:20 WIB
KONFLIK MTS & WARGA : Tembok Perumahan Akhirnya Dibongkar

Pekerja sedang membuat akses jalan masuk MTs Muhammadiyah Karangkajen, yang sebelumnya tertutup pagar tembok perumahan Green House, Brontokusuman, Mergangsan, Jogja, Senin (4/1/2016). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Konflik MTS & Warga sementara waktu redup dengan bantuan Walikota.

Harianjogja.com, JOGJA -- Tembok perumahan Green House Jogja akhirnya dibongkar untuk akses masuk Madrasah Tsaniah (MTs) Muhammadiyah Karangkajen. Warga mengaku pasrah dengan pembongkaran yang dipimpin Walikota Jogja, Haryadi Suyuti.

Ketua RW 23 Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Jogja, Wikan Danar Dono mengaku warga sebetulnya tidak sepakat dengan tindakan itu, tapi mereka mengaku pasrah.

"Walikota pimpinan kami, jadi kami tidak bisa apa-apa. Kami berharap ada pembicaraan lebih lanjut soal ini, sebab memang belum final," ujar Wikan, Senin (4/1/2016)

Wikan mengaku keberatan warga karena belum ada kata sepakat tentang tembok ini menjadi gerbang. Padahal tembok itu adalah tembok perumahan sebagai fasilitas umum. Tembok itu sudah berdiri sejak 1991.

"Sejak 2013 memang ada bangunan baru itu (MTs Muhammadiyah Karangkajen -red). Mereka mengembangkan pembangunan di dekat kawasan perumahan Green House namun gerbangnya minta melalui jalan perumahan," kata Wikan.

Wikan mengkisahkan warga perumahan tidak pernah mengetahui rencana pembangunan sekolah MTs Muhammadiyah itu. Setelah bangunan jadi pada tahun 2013, pihak sekolah meminta akses. Pihak sekolah sendiri sebelumnya menggunakan tanah kosong di sebelah utara bangunan sebagai akses keluar masuk.

"Kami sempat mau belikan tanah yang utara (sekarang sudah dibangun -red), tapi tidak segera dijawab. Begitu mau, membeli patungan kedua belah pihak dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah, harganya sudah naik. Kami tidak mampu lagi untuk membeli," urai Wikan.

Sekarang, akses jalan tersebut sudah dibangun pemilik tanah. Warga kembali mengusulkan agara membeli rumah di bagian barat sekolah itu maka bisa dijadikan untuk akses.

"Di sisi barat ada rumah yang akan dijual, katanya Rp1,1 Miliar. Kalau MTs yang beli boleh Rp1 Miliar katanya," ujar Wikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online