KONFLIK MTS & WARGA : Ini Kata Penduduk Soal Tembok Pembatas

Senin, 04 Januari 2016 20:55 WIB
KONFLIK MTS & WARGA : Ini Kata Penduduk Soal Tembok Pembatas

Tiga pedagang jajanan di depan MTs Muhammadiyah Karangkajen kampus 1 yang ada di depan Perumahan Green House, RW 23 Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Jogja, Senin (4/1/2016). (Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja)

Konflik MTS & warga terjadi karena ada kekhawatiran dari penduduk setempat.

Harianjogja.com, JOGJA -- Warga Perumahan Green House Jogja keberatan jika tembok pembatas dijadikan akses masuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Karangkajen. Sebab para siswa akhirnya menggunakan jalan milik perumahan untuk melakukan kegiatan.

Ketua RW 23 Brontokusuman, Mergangsan, Wikan Danardono menolak disebut menghalangi akses sekolah MTs Muhammadiyah Karangkajen. Ia menjelaskan persoalan itu sejak beberapa bulan terakhir ketika pihak sekolah tiba-tiba membuka akses masuk sekolah dibagian selatan gedung tanpa berkomunikasi dengan warga.

Menurutnya pagar tembok perumahan sudah dibangun sejak 1990, sementara gedung sekolah baru dibangun sejak tiga tahun lalu. Ia khawatir jika akses masuk sekolah menjadi satu komplek akan mengganggu aktivitas warga perumahan yang terdiri dari 145 rumah, empat RT.

"Ke depannya kan tidak hanya untuk akses siswa tapi ada aktivitas antar jemput siswa sampai pedagang nanti masuk, kami khawatir mengganggu aktivitas warga." ujar Wikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online