Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Jumenengan Paku Alam X akan digelar akhir pekan ini, persiapan masih terus dilakukan
Harianjogja.com, JOGJA -- Menggelar prosesi penobatan bukan hal sepele. Berbagai aturan adat harus diikuti agar tak sampai melanggar pakem. Belum lagi mengatur tamu undangan yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang.
Dari sisi adat saja, pihak panitia tak mau main-main. Saat hari pelaksanaan Jumenengan nanti akan ada serangkaian pakem adat yang wajib ditepati. Untuk sesaji misalnya, Indrokusumo Senin (4/1/2015) mengatakan pihak panitia sudah siap lembur mengerjakan sesaji yang berjumlah 36 buah. Sebanyak 12 diantaranya adalah sesaji untuk pusaka.
Isinya bisa jadi terdengar tak lumrah. Sebut saja ingkung ayam cemani, mata kerbau segar dan aneka jenang. Seluruhnya harus disiapkan di malam sebelum pelaksanaan berlangsung agar tak keburu rusak sebelum digunakan. Para panitia dan abdi dalem yang bertugas pun harus siap lembur.
Meski tampaknya tak lazim seluruh sesaji yang aneh ini memiliki tujuan sama yaitu untuk membawa keselamatan terhadap seluruh keluarga Pakualaman baik selama prosesi Jumenengan maupun sesudahnya.
"Itupun nyusunnya tidak boleh sembarangan. Ini yang kadang-kadang bikin kacau karena tercampur saat penataan," kata Indrokusumo.
Soal pilihan pakaian pun tak kalah rumit. Sampai saat ini Indrokusumo mengaku belum mengetahui pasti motif apa yang akan dipakai sebagai kain jarik KBPH SUryodilogo nantinya. Namun dia memastikan Suryodilogo akan mengenakan ageman Keprabon yang menjadi busana kebesaran Pura Pakualaman.
"Kami menyediakan berbagai pilihan, setiap motif batik kan ada filosofinya, nanti menunggu saran-saran yang ada," kata dia.
Sebagai pengiring prosesi Jumenengan Dalem, empat set gamelan sudah disiapkan. Dua set gamelan diposisikan di Bangsal Sewotomo. Gamelan Kyai Rinding yang hanya dimainkan setiap prosesi Jumenengan ditempatkan di sisi timur sementara Kyai Tlogo Muncar di sisi Barat.
Keduanya akan dimainkan secara simultan untuk mengiringi seluruh rangkaian Jumenengan termasuk saat tujuh penari menarikan Bedoyo Anronakung yang menjadi tradisi di setiap penobatan Paku Alam.
"Buku yang memuat tari Bedoyo ini pertama kali muncul saat masa Paku Alam II, tapi usianya kemungkinan lebih tua dari itu," imbuh Indrokusumo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Program JSB 2026 menargetkan 100.000 pekerja rentan di minimal 10 provinsi melalui bantuan JKK dan JKM selama enam bulan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.