KECELAKAAN KERETA API : Kakek Tewas Tersambar Kereta Api

Sunartono
Sunartono Rabu, 06 Januari 2016 14:11 WIB
KECELAKAAN KERETA API : Kakek Tewas Tersambar Kereta Api

Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)

Kecelakaan kereta api menyebabkan seorang kakek di Sleman tewas

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang kakek berumur 70 tahun meninggal seketika setelah tersambar kereta api di rel sebelah selatan Pos I menuju Komplek Ksatrian AAU tepatnya di Dusun Jagalan, Tegaltirto, Berbah, Rabu (6/1/2016) pagi. Kakek bernama Martodihardjo tak mampu menghindari kereta, selain karena pikun juga fisiknya telah renta.

Korban memang kerap jalan santai di pagi hari. Tak terkecuali yang dilakukannya pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelum melewati perlintasan rel kereta api, Mbah Marto sempat bertegur sapa dengan warga.

"Saya sempat menyapa saat beliau berjalan akan menuju rel tersebut. Karena tiap hari memang sering jalan-jalan," ungkap Nyonya Martono saat ditemui tak jauh dari lokasi kejadian, Rabu (6/1/2016).

Ibu ini sempat bertegur sapa dengan korban sembari memandikan cucunya di rumah. Ia tak menyangka jika beberapa menit setelah itu kemudian korban tersambar kereta api. Karena sudah lanjut usia, fisik Mbah Marto yang kian renta sehingga jalannya sangat pelan. Selain itu, pendengarannya sudah terganggu.

Ia menduga, korban tidak mendengar saat dari kejauhan tampak kereta api Sri Tanjung jurusan Lempuyangan - Banyuwangi melaju dari arah timur melaju dengan kecepatan tinggi mendekatinya.

Ketika kereta sudah terlampui dekat dan tak mampu menghindar dengan cepat hingga akhirnya ia tersambar. Korban meninggal di lokasi kejadian dengan luka di bagian kepala. "Beliau kalau pagi setelah Salat Subuh selalu jalan-jalan biasanya," ujarnya lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online