4 EWS Tsunami di Pantai Gunungkidul Rusak, Diperbaiki Bulan Ini
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 30 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah dibangun di Gunungkidul mulai menjalani proses verifikasi dan validasi. Pemkab Gunungkidul menargetkan seluruh proses pemeriksaan tersebut dapat rampung pada akhir bulan ini.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Gunungkidul, Supartono, mengatakan seluruh gerai KDMP yang telah dibangun belum digunakan untuk aktivitas usaha. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi oleh tim yang dibentuk Pemkab Gunungkidul.
“Tim verval sudah dibentuk yang beranggotakan lintas sektor mulai dari dinas perindutrian koperasi UKM; DPUPRKP, dinas lingkungan hidup hingga kapenwon dan kalurahan,” katanya, Kamis (10/1/2026).
Tim verifikator mulai menjalankan tugas sejak 24 September 2026. Hingga saat ini, pemeriksaan telah dilakukan terhadap tujuh gerai yang berada di tujuh kalurahan.
Tujuh Gerai Sudah Diverifikasi
Supartono mengatakan tujuh gerai yang telah diverifikasi berada di Kalurahan Baleharjo, Siraman, Getas, dan Candirejo di Kapanewon Semin. Pemeriksaan juga telah dilakukan di Kalurahan Kenteng, Piyaman, dan Gari.
“Kalurahan ini meliputi Baleharjo, Siraman, Getas, Candirejo di Kapanewon semin. Selanjutnya telah dilakukan di Kalurahan Kenteng, Piyaman dan Gari,” katanya.
Proses verifikasi selanjutnya akan menyasar seluruh gerai KDMP yang telah dibangun di Gunungkidul. Supartono menegaskan setiap gerai perlu melalui tahapan verifikasi dan validasi sebelum dapat dioperasikan.
“Total sudah ada 30 gerai KDMP yang dibangun. Untuk bisa dioperasikan harus dilakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu oleh tim yang telah dibentuk,” katanya.
Menurut Supartono, verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan gerai yang telah dibangun aman digunakan. Pemeriksaan juga mencakup ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki gerai.
“Masih proses dan mudah-mudahan bisa selesai di akhir bulan ini,” katanya.
Lurah Tunggu Hasil Verifikasi
Ketua Paguyuban Lurah Gunungkidul, Semar, Suhadi, mengatakan pihaknya tidak menolak program KDMP. Namun, pelaksanaan di tingkat kalurahan berpedoman pada Keputusan Menteri Koperasi RI No.1/2026 yang mengatur Panduan Teknis Verifikasi dan Validasi Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Itu kan amanat Menteri. Jadi, kami menunggu verifikasi terlebih dahulu,” katanya.
Suhadi mengatakan sekitar 30 KDMP telah memiliki bangunan. Namun, hingga saat ini gerai tersebut belum diserahterimakan dan belum dioperasionalkan.
“Sekarang sedang berlangsung proses verifikasi di tiap gerai KDMP yang sudah dibangun. Tapi, butuh proses karena pelaksanaan dilakukan secara monggo bertahap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Sebanyak 25 daerah di Jatim mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan. Khofifah menyiapkan OMC, pipanisasi dan sumur bor.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.