WISATA GUNUNGKIDUL : Kaya Objek Wisata, 2016 Wisatawan Ditarget Tembus 3,2 juta
Suasana di Embung Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Rabu (11/2/2015). Saat dibuka untuk umum, kawasan tersebut bisa menjadi salah satu alternative tujuan wisata di Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Wisata Gunungkidul kini semakin banyak diminati.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 3,2 juta orang pada tahun ini.
Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul Hary Sukmono menyebutkan dari 3,2 juta wisatawan tersebut, sebanyak 2,8 juta wisatawan yang masuk ke objek yang berbayar dengan target pendapatan asli daerah (PAD) Rp22,6 miliar.
"Penghitungan wisatawan di Gunung Kidul didasarkan pada banyaknya wisatawan yang datang ke Gunungkidul dan membayar retribusi," kata Hary seperti dilansir dari Antara, Rabu (6/1/2016).
Ia mengatakan tingginya target wisatawan itu didasarkan pada meningkatnya jumlah kunjungan wisata setiap tahunnya yang mengalami peningkatakan signifikan.
"Kami berani pasang tinggi karena melihat tren wisatwan ke Gunungkidul meningkat terus setiap tahunnya," katanya.
Hary mengatakan pada tahun 2015 tercatat 2,64 juta wisatawan yang masuk ke Gunungkidul. Padahal, belum semua objek wisata ditarik retribusi, seperti Kampung Emas Plumbungan, Patuk, Embung Batara Sriten, Desa wisata Bobung, dan beberapa objek lainya.
"Kalau diakumulasi bisa lebih dari tiga juta wisatawan," katanya.
Untuk itu, dia optimistis realisiasi kunjungan wisata bakal mendekati target kunjungan wisata DIY, yaitu menyentuh angka di atas 3 juta wisatawan.
Dari data di Disbudpar DIY, pada tahun 2014 tercatat sebanyak 1,59 juta wisatawan berkunjung ke Gunung Kidul. Dari jumlah tersebut berhasil menyumbangkan Rp15,4 miliar. Kemudian, pada tahun 2015 sebanyak 2,64 juta wisatawan dengan memberikan PAD sebesar Rp20.980.000.000,00.
"Kami yakin dapat tercapai," katanya. Sementara itu, Kepala Disbudpar Gunungkidul Saryanto mengatakan target 3,2 juta wisatawan cukup realistis karena kunjungan wisatawan terus meningkat setiap tahunnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan potensi yang ada, seperti di Gua Cermai dan Pantai Ngedan, yang selama ini belum maksimal dalam penarikan retribusi.
"Kami akan terus optimalkan potensi retribusi pariwisata," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share