TIONGHOA JOGJA : Berharap Laporan Manis Dari Dewa Dapur

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Kamis, 07 Januari 2016 00:20 WIB
TIONGHOA JOGJA : Berharap Laporan Manis Dari Dewa Dapur

Jemaat Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Hong San Kiong, Gudo, Jombang, Jawa Timur, bersembahyang untuk mendoakan arwah leluhur di tempat ibadah mereka, Rabu (9/9/2015). Persembahyangan agi arwah leluhur yang rutin dilakukan pada bulan Jiet Gwee Cap Go atau bulan ketujuh dalam penanggalan Imlek tersebut oleh umat Konghucu disebut King Ho Ping, oleh umat Buddha disebut Ulambana, dan bagi penganut Taoisme disebut Zhongyuan. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)

Tionghoa Jogja mempersiapkan diri menyambut imlek.

Harianjogja.com, JOGJA-Sebulan menjelang Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Kesiapan yang utama justru dimulai dari kebersihan dapur.

Konon, masyarakat Tionghoa percaya bahwa Chao Kung Kong atau Zhao Shen atau yang lebih dikenal dengan Dewa Dapur, akan mengecek kondisi dapur di masing-masing rumah.

"Dewa Dapur akan memeriksa dan menilai dapur bersih atau tidak karena bersih tidaknya mencerminkan karakter pemilik rumah," kata Pengurus Klenteng Poncowinatan, Margomulyo, kepada Harianjogja.com, Rabu (6/1/2016).

Tak berhenti di situ, situasi di dapur sekaligus perbuatan pemilik rumah akan dilaporkan kepada kaisar langit.

"Seminggu sebelum Imlek, Dewa Dapur akan naik [ke surga] untuk melaporkan hasilnya. Turun lagi pada malam Imlek," lanjut Margo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online