PERTANIAN BANTUL : Petani Kekeringan di Musim Hujan

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Minggu, 10 Januari 2016 20:20 WIB
PERTANIAN BANTUL : Petani Kekeringan di Musim Hujan

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pemandangan areal persawahan dan pemukiman yang eksotis terlihat dari puncak Bukit Pandeyan, Dlingo, Bantul, DI. Yogyakarta, Rabu (03/12/2014). Selain Bukit Bintang di kawasan Patuk, Bukit Pandeyan juga menyuguhkan panorama alam lembah pertanian dan landscape perkotaan yang sangat menarik di malam hari. Kawasan ini juga mulai berkembang menjadi objek wisata alternatif.

Pertanian Bantul merasakan perbedaan cuaca.

Harianjogja.com, BANTUL- Petani di wilayah pesisir selatan Bantul mulai kesulitan air untuk mengairi lahan pertanian kendati saat ini masih musim hujan. Petani terpaksa memompa air dari sumur bor.

Krisis air dialami sebagian petani di wilayah Kecamatan Sanden dan Kretek.

"Wilayah yang sulit air sekarang itu seperti Dusun Soge [Srigading, Sanden], sebelah timur dusun Dengukan, Srigading, Sanden. Di Kretek termasuk sulit wilayah Desa Tirtohargo," ungkap Jumeri petani dari Dusun Dengukan, Srigading, Sanden, Minggu (9/10/2016).

Aliran air irigasi di wilayah itu kini mulai mengering. Petani terpaksa menggunakan pompa air untuk mengairi lahan mereka. Padahal menggunakan pompa otomatis menaikkan biaya produksi lantaran membutuhkan bahan bakar premium atau solar.

Krisis air yang dialami petani menurut Jumeri sungguh ironis, sebab saat ini masih masuk musim hujan. Namun sudah 20 hari, wilayah bagian pesisir selatan tidak turun hujan.

"Di sini sudah lama tidak hujan, walaupun hujan tidak banyak. Kalau pun wilayah utara hujan, mungkin tidak banyak karena irigasi airnya seret," lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis