PERTANIAN BANTUL : El Nino Ganggu Produksi Beras, Harga Diprediksi Bakal Melambung

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 11 Januari 2016 07:55 WIB
PERTANIAN BANTUL : El Nino Ganggu Produksi Beras, Harga Diprediksi Bakal Melambung

Ilustrasi pedagang beras (JIBI/Solopos/Dok.)

Pertanian Bantul untuk fenome alam El Nino ditengarai mengakibatkan minimnya curah hujan di DIY bahkan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Harianjogja.com, BANTUL-Petani dari Dusun Dengukan, Srigading, Sanden, Jumeri mengatakan dibanding kondisi tahun-tahun sebelumnya, cuaca tahun ini berbeda.

"Tahun-tahun lalu biasanya bulan-bulan seperti ini justru banjir, air berlimpah," imbuh dia, Minggu (10/1/2016).

Minimnya air hujan dikhawatirkan mengganggu produksi pertanian seperti padi yang membutuhkan banyak air. Saat ini kata dia, petani mulai memilih menanam sayur-sayuran untuk mengantisipasi minimnya air. Komoditas sayuran tak butuh banyak air seperti halnya padi.

Terpisah, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bantul, Suroto mengatakan, kesulitan air diprediksi bakal melambungkan harga komoditas pertanian karena ongkos produksi naik akibat penggunaan pompa air.

"Misalnya saja saya, untukk mengairi satu petak lahan saja butuh hingga tiga liter bahan bakar, itu sudah berapa. Makanya biaya produksi naik," papar Suroto.

Di tempatnya di Dusun Soge, Srigading, Sanden mayoritas petani menggunakan pompa air ketimbang mengandalkan irigasi. Kekurangan air akan berlangsung lama, sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi, kemarau datang lebih cepat, diprediksi dimulai pada Maret.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis