Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Beberapa anak dari Sanggar Tik Tuk saat didampingi anggota Jogja English Course and Community saat menenam di Dusun Glondong, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (10/1/2016). (Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja)
Belajar Bahasa Inggris sambil menanam pohon dilakukan oleh Jogja English Course and Community bekerja sama dengan Sanggar Tik Tuk mengajak anak-anak di Dusun Glondong, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN – Jogja English Course and Community bekerja sama dengan Sanggar Tik Tuk menggelar acara penghijauan di Dusun Glondong, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (10/1/2016). Kegiatan ini mengangkat tema “New Year, New Plan(t)s”.
Penanggung jawab acara, Sri Indah Ambarwati mengatakan acara ini mengajak belasan anak-anak untuk ikut ambil bagian. Hal ini untuk mengajak anak-anak peduli penanaman pohon di daerah hulu Sungai Boyong.
“Sungai Boyong akhir-akhir ini ekosistemnya semakin rusak karena adanya penambangan pasir di area tersebut. Makanya butuh adanya penghijauan kembali,” kata Sri disela-sela acara.
Sri mengaku tema yang diangkat ini terinspirasi dari isu pemanasan global. Dewasa ini setiap individu perlu memiliki kesadaran untuk mengurangi dampak pemanasan global, salah satunya bisa dilakukan dengan penanaman pohon.
“Saya berharap merayakan tahun baru tidak hanya melulu terbatas pada menyalakan kembang api saja. Harus memiliki tindakan yang bisa diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat luas,” kata Sri.
Sri melanjutkan selain agenda utama penanaman pohon, acara ini juga diisi dengan permainan-permainan bahasa Inggris untuk anak-anak Sanggar Tik Tuk. Anak-anak bisa belajar mengenal bahasa Inggris dengan lebih santai.
“Pembelajaran bahasa Inggris terasa lebih santai dan menyenangkan saat dilakukan dengan acara menanam pohon. Anak-anak yang ikut sangat bersemangat,” kata Sri yang mengaku baru bisa menanam 50 pohon Trembesi.
Salah satu aktivis peduli lingkungan yang juga warga setempat, Pambudi Sulistyo mengatakan mendukung acara ini. Menurutnya agenda penanaman pohon relevan sebagai salah satu langkah menjaga keseimbangan ekosistem di hulu sungai.
“Acara penanaman pohon seperti ini sangat bagus. Ini bukti perlawanan kita terhadap perusak lingkungan,” kata pria berambut gondrong itu.
Pambudi berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkesinambungan. Bukan hanya oleh anak-anak tapi juga perusahaan. Hingga kini sudah jarang orang yang melakukan penghijauan kembali setelah erupsi gunung Merapi 2010 silam.
“Dua tahun terakhir sudah mulai jarang orang menanam pohon di lereng gunung Merapi. Harapan kami kegiatan ini kembali menggugah keinginan masyarakat luas dalam penanaman pohon. Agar lereng gunung Merapi makin hijau,” kata Pambudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.
BGN membuka ruang bagi mitra MBG mengganti yayasan yang dinilai tak berkontribusi. Mitra dapat mengajukan yayasan baru melalui portal registrasi.
Kesehatan ginjal anak perlu dijaga sejak dini. Simak tujuh cara merawat ginjal anak untuk membantu mencegah masalah kesehatan di kemudian hari.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 4 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C, sementara Kulon Progo cerah.