Delapan Desa di Kulonprogo Jadi Sasaran Program Desa Sejahtera Mandiri

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 12 Januari 2016 17:20 WIB
Delapan Desa di Kulonprogo Jadi Sasaran Program Desa Sejahtera Mandiri

Ilustrasi bedah rumah veteran (JIBI/Solopos/Antra/Anis Efizudin)

Delapan desa di Kulonprogo menjadi sasaran program Desa Sejahtera Mandiri

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebanyak delapan desa di Kulonprogo menjadi sasaran program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) dari Kementerian Sosial RI.

Program yang akan berjalan hingga 2020 mendatang itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulonprogo, Nur Hadiyanto mengatakan, program DSM dimulai sejak 2015 lalu.

“Sasarannya ada delapan desa yang tersebar di enam kecamatan,” ungkap Nur, Senin (11/1/2016).

Nur memaparkan, program DMS akan membentuk sistem layanan terpadu terkait penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) secara bertahap.

Tahap pertama kemarin, setiap desa mendapatkan bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) untuk 30 kepala keluarga (KK) sebesar masing-masing Rp10 juta. Bantuan tersebut disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima.

Bentuk program DSM yang diterapkan setiap tahun bisa jadi berbeda atau tidak melulu bantuan bedah rumah seperti tahun 2015. Meski demikian, Nur mengaku belum mengetahui bentuk bantuan maupun kegiatan DSM tahun ini karena masih informasi dari pusat.

Dia hanya bisa memastikan jika program DSM mendapat dukungan dari UGM berupa pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pengenalan teknologi tepat guna. “Kemarin juga ada pendataan dan inventarisasi masalah PMKS,” ucap Nur menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo ikut bergotog-royong dalam kegiatan bedah rumah di Dusun Bulu, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Minggu (10/1/2016). Rumah milik warga bernama Bejo itu menjadi salah satu sasaran program DSM 2015.

Sutedjo mengapresiasi masyarakat sekitar yang turut menyumbangkan dana maupun tenaga. Dia berharap, budaya gotong royong dan semangat kebersamaan bisa terus dilestarikan masyarakat.

“Swadaya yang terkumpul mencapai sekitar Rp35 juta. Jika ditambah dengan bantuan dari DSM, totalnya menjadi Rp45 juta,” kata Sutedjo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online