ORANG HILANG : Sultan Minta Warga Waspada dan Saling Menjaga

Selasa, 12 Januari 2016 16:54 WIB
ORANG HILANG : Sultan Minta Warga Waspada dan Saling Menjaga

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/07/2015).

Orang hilang yang menghebohkan Jogja akhir-akhir ini mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY Sri Sultan Hameng Kubuwono X

Harianjogja.com, JOGJA- Gencarnya kejadian orang hilang yang diduga menjadi bagian dari proses rekrutmen sebauh organisasi terlarang mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY. Sri Sultan hamengku Buwono X meminta keluarga dan lingkungan tempat tinggal untuk selalu waspada dan saling menjaga.

(Baca juga :http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/12/orang-hilang-laporan-terus-bergulir-sudah-5-orang-warga-bantul-dilaporkan-hilang-680007" target="_blank"> ORANG HILANG : Laporan Terus Bergulir, Sudah 5 Orang Warga Bantul Dilaporkan Hilang)

Ditemui di Kompleks Kepatihan Selasa (12/1/2016), Sultan meminta warga DIY untuk tidak mudah percaya dengan kata-kata dari orang asing yang terdengar bagus.

Kata-kata itu menurutnya bisa jadi merupakan upaya untuk memengaruhi seseorang agar mau bergabung dengan organisasi yang belum jelas idealisme dan asal-usulnya.

"Jangan mudah silau dengan kata-kata yang indah, bisa jadi yang diomongkan ternyata hanya semu saja," kata dia.

Untuk menghindari kemungkinan keluarga terdekat terpengaruhi oleh orang asing, Sultan menyarankan setiap keluarga untuk mempererat kembali komunikasi antara anggota keluarga. Selain itu diperlukan juga koordinasi dalam lingkungan masyarakat untuk saling menjaga kondusifitas lingkungan.

Sultan mencontohkan program Jaga Warga yang dirintis pertengahan tahun lalu. Program yang dibuat di tujuh desa  berdasarkan Pergub DIY nomor 9 tahun 2015 itu menurut Sultan dapat dimaksimalkan untuk menjaga keamanan lingkungan. Pasalnya lewat program itu setiap warga dalam satu lingkungan dapat saling membantu untuk mengawasi bila ada sesuati yang mencurigakan.

"Tak hanya kalau ada organisasi mencurigakan, tapi juga hal kecil seperti mengingatkan untuk mengunci rumah bila pergi, sampai menanggulangi kemungkinan teroris," imbuh dia.

Sementara soal keberadaan organisasi mencurigakan di beberapa kabupaten dan kota, Sultan mengatakan perizinan organisasi itu bukan berasal daerah, melainkan dari masing-masing kabupaten dan kota sehingga dia meminta pihak pemerintah daerah terkait untuk lebih selektif dalam mengeluarkan perizinan mendirikan organisasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online