Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Salah satu titik paving yang ambles di gedung parkir Abu Bakar Ali. Meski tak terlalu dalam, badan bus yang tinggi dilhawatirkan oleng dan menyenggol tiang bila terperosok ke lubang yang ada. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Penataan parkir Jogja di ABA mengalami kebocoran.
Harianjogja.com, JOGJA-Permasalahan seputar parkir Abu Bakar Ali (ABA) bertambah lagi. Setelah Komunitas Parkir Abu Bakar Ali mengeluhkan tanah yang ambles di sekitar tiang, kini giliran pedagang yang mengaku sibuk melindungi dagangannya kala hujan deras datang karena bocor.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara langsung. Namun dia menyatakan akan segera mengirim utusan untuk mengecek dan menidaklanjuti keluhan yang disampaikan pedagang.
Dia juga mengatakan pihaknya dapat membantu membenahi beberapa kerusakan minor yang terjadi di area parkir Abu Bakar Ali termasuk beberapa titik di lantai satu yang ambles karena beban bus.
“Ya nanti kami cek dulu. Kalau perbaikan ada anggarannya, tapi yang ambles itu bukan (kesalahan) dari kami karena dulu (saat membangun) tidak bongkar lantai satu,” kata dia, Senin (18/1/2016)
Terkait bus yang parkir di lantai satu, Rani menambahkan pihaknya tak masalah bila nantinya area parkir ABA tidak digunakan untuk menampung bus. Dia menuturkan awalnya lantai satu diarahkan untuk parkir roda empat. Namun untuk sementara waktu pihaknya masih menggunakan area itu untuk menampung bus wisatawan.
“Di kota metropolitan manapun bus tidak masuk kota. Idealnya Jogja juga tidak masuk kota, tapi itu nunggu fasilitas pendukung seperti bus feeder atau Trans Jogja siap,” kata dia.
Pendapat senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta. Dia menyatakan secara pribadi tak setuju bila area parkir ABA digunakan untuk bus. Pasalnya bila area parkir itu penuh dengan bus maka bus yang akan mengantri masuk justru bisa membuat kemacetan semakin parah.
“Akhirnya nanti nunggu di pinggir jalan dan justru menghalangi jalan. Idealnya memang untuk mobil pribadi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
PBSI menetapkan 20 pemain bulu tangkis untuk Asian Games 2026 di Jepang. Indonesia membidik gelar juara beregu putra dan mengoreksi data pemain nomor perorangan
Jean-Paul Van Gastel belum menetapkan starter tetap PSIM Jogja jelang Super League 2026/2027. Persaingan makin ketat dengan 11 pemain asing di skuad.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 2 September 2026 didominasi cerah hingga udara kabur. Suhu di Kota Jogja mencapai 32 derajat Celsius.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Warga tidak mampu di Sleman gagal menerima bansos karena sejumlah syarat, termasuk kepemilikan lebih dari satu sertifikat tanah.