Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Proses pengepakan gula semut di Dusun Sekendal, Hargotirto, Kokap, Kulonprogo, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Masyarakat ekonomi ASEAN yang sudah mulai diberlakukan pada tahun ini diharapkan bisa dimanfaatkan pengusaha di Kulonprogo untuk memperluas pemasaran produk
Harianjogja.com, KULONPROGO- Menghadapi pasar bebas ASEAN, pelaku UMKM Kuloprogo diberikan kesempatan untuk kenalkan produknya ke pasar internasional. Tak hanya kualitas, cakupan wilayah target negara pemasaran juga harus diperluas.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Hermintati menyatakan bahwa pelaku UMKM di Kulonprogo tak hanya harus melindungi pasar lokal namun juga merambah pasar asing.
“Jangan hanya mereka yang masuk ke pasar kita, kita juga [masuk pasar negara asing],” ujar Sri pada pameran produk UMKM Kulonprogo untuk calon duta besar di Gedung Kaca, Wates pada Harian Jogja, Selasa (19/1/2016).
Menurutnya selama ini produk UMKM Kulonprogo sudah memiliki nilai jual tinggi namun terhambat pada proses pemasarannya. Sejauh ini ekspor produk Kulonprogo baru terbatas pada negara Amerika, padahal negara-negara tetangga sendiri sangat prospektif.
Sri mengutarakan bahwa pemasaran hingga jauh ke Amerika memang penting namun pemasaran ke negara tetangga juga perlu dilakukan. Apalagi di masa MEA di mana persaingan produk dan tenaga kerja ASEAN sangat ketat.
Karena itulah, ia menyarankan para pelaku UMKM untuk memanfaatkan kesempatan pameran ini sebagai jembatan bagi pemasaran hingga ke kancah internasional. Dalam pameran ini, para pelaku UMKM mendapat kesempatan untuk memasarkan produknya pada para duta besar. Harapannya, mendatang ketika para duta besar ini bertugas di negara tujuan akan berkesempatan membuka jalan pemasaran produk tersebut.
Manager KSU Jatirogo, Eko Setyowati menyebutkan bahwa dalam pameran ini produknya telah diminati oleh berbagai duta besar. Selain membeli beberapa jenis produknya, para duta besar ini juga telah mendiskusikan produk yang disediakan dan kemungkinan pemasarannya ke negara-negara selain Amerika. KSU Jatirogo sendiri selama ini telah mengekspor produk gula semut ke Amerika sejak tahun 2008.
Diennaryati Tjokrosuprihartono, calon duta besar untuk Ekuador menyebutkan bahwa produk-produk UMKM yang tersedia memiliki kualitas untuk bersaing di pasar internasional.
“Menarik bahwa produk ini merupakan gula organik,” ujar Diennaryati saat membeli produk gula semut. Ia sendiri menyambut baik ide pengembangan pemasaran untuk menangkis banjir produk asing di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.