KASUS PENCABULAN SLEMAN : Pelaku Pencabulan 10 Siswa SMP adalah Pernah Jadi Korban Pencabulan

Sunartono
Sunartono Kamis, 21 Januari 2016 18:55 WIB
KASUS PENCABULAN SLEMAN : Pelaku Pencabulan 10 Siswa SMP adalah Pernah Jadi Korban Pencabulan

Tersangka kasus pencabulan di Mapolda DIY, Kamis (21/1/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Kasus Pencabulan Sleman yang terungkap Polda DIY, pelakunya pernah menjadi korban pencabulan

Harianjogja.com, SLEMAN-  Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY menangkap seorang pekerja properti yang menyodomi 10 pelajar di Sleman, Kamis (21/1/2016). Tersangka mencekoki korban dengan miras oplosan sebelum disodomi di tempat tinggalnya.

Pria itu tak lain adalah Suswiyanta, 33, warga RT03/RW22 Ngerdi, Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Suswiyanta telah mencabuli 10 pelajar SMP yang beberapa diantaranya merupakan siswa sekolah sepakbola. Sedangkan 10 korbannya berinisial DD, MM, MA, MH, FF, NF, RD, MZ dan JM.

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Pol. Hudit Wahyudi mengungkapkan tersangka menyodomi para korban secara bergantian. Tindakan dilakukan sejak awal Januari 2015. Modus yang dipakai dengan lebih dahulu mendekati para korban dan mengincar sasaran korban di sejumlah sekolah SMP.

Korban DD misalnya, didatangi tersangka di sebuah kantin salahsatu sekolah jenjang SMP di Piyungan Bantul. Kemudian setelah dirayu, korban berhasil dibujuk dan diajak ke rumah tersangka di Sindumartani, Ngemplak, Sleman.

Setibanya di rumah, lanjutnya, korban dicekoki minuman oplosan terdiri atas vodka dan minuman suplemen. Setelah mabuk, korban lalu disodomi oleh tersangka. "Para korban secara bergantian diajak ke rumahnya lalu dicekoki minuman dan disodomi," tegasnya.

Pihaknya mengamankan barang bukti botol vodka, botol minuman energi, botol green sand, serta sebuah ponsel. Tersangka dijerat dengan Pasal 82 UU 35/2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang perlindungan anak. Serta Pasal 290 ayat 1 huruf e dan Pasal 292 KUHP tentang hubungan sesama jenis.

"Kami masih kembangkan kasus ini, jangan sampai ada sosok yang dianggap seperti monster bagi anak. Karena dia menyasar pelajar SMP," tegas dia.

Tersangka Suswiyanta mengatakan, tindakan pencabulan itu dilakukan di ruang tamu meski rumahnya ada beberapa anggota keluarganya yang lain. Ia mengaku sebelumnya pernah menjadi korban sodomi saat dirinya masih remaja.

"Pernah, pelaku teman saya usianya remaja. Saya melakukan [pencabulan] bukan dendam karena ingin merasakan saja," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online