BPJS KESEHATAN : DIY Defisit Rp1 Triliun, Klaim Naik 4 Kali Lipat

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Kamis, 21 Januari 2016 21:20 WIB
BPJS KESEHATAN : DIY Defisit Rp1 Triliun, Klaim Naik 4 Kali Lipat

Pasien rawat jalan mengantre untuk menggunakan fasilitas jaminan kesehatan besutan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Jebres, Solo, Kamis (2/1/2013). Selain peserta pengalihan dari Askes, Jamkesmas, TNI/PoIri dan Jamsostek, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014. (Maulana Surya/JIBI/Solopos)

BPJS Kesehatan, jumlah klaim lebih besar daripada iuran.

Harianjogja.com, JOGJA-Angka defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melampaui Rp1 triliun. Jumlah klaim membengkak hampir empat kali lipat dari besaran iuran yang dibayarkan peserta baik dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun non-PBI.

Kepala Unit (Kanit) Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan DIY Musdaliza Sjukur memaparkan, jumlah iuran hingga akhir Desember 2015 hanya mencapai Rp338 miliar sementara jumlah klaim membengkak sampai Rp1,5 triliun. Dengan demikian BPJS Kesehatan DIY mengalami defisit sebesar Rp1,162 triliun.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi BPJS Kesehatan meski secara pembiayaan tetap tersentral di BPJS Kesehatan Pusat karena mekanisme subsidi silang. Namun, BPJS  daerah tetap memiliki tangung jawab untuk meningkatkan jumlah iuran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online