AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Salah satu sudut pagar besi di Jalan Malioboro. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Pagar besi Malioboro mendapatkan kritikan dari warga
Harianjogja.com, JOGJA -- Kritik yang masuk terkait pagar Malioboro ditanggapi santai oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Daerah DIY. Mereka mengatakan konsep pagar itu hanya sementara sampai masyarakat siap menerima program penataan selanjutnya.
Ditemui di Bangsal Kepatihan Jumat (22/1/2016), Kepala Bappeda Tavip Agus Rayanto mengakui dirinya kebanjiran kritik dari warga DIY seputar pemasangan pagar itu. Beberapa bahkan membandingkan antara Malioboro di zaman dahulu dan sekarang yang cukup kontras.
"Ada yang mengirimkan gambar Malioboro yang punya banyak tanaman dan Malioboro sekarang yang katanya seperti mau balap Formula 1," kata dia.
Kritik itu menurut Tavip wajar saja masuk. Pihaknya juga akan menindaklanjuti kritik yang masuk dengan mengevaluasi langkah pemasangan pagar portabel itu. Namun menurutnya pagar besi itu hanya bersifat sementara sambil Pemda menata Malioboro sesuai desain besar yang sudah ada.
Dia menjelaskan, meski belum tampak benar, saat ini sebenarnya proses penataan Malioboro sebenarnya sudah berlangsung. Sayembara desain Malioboro yang dulu sempat digelar juga tak dibuang dan masuk dalam grand design Malioboro yang sudah dikantongi Pemda.
Hanya saja, pengerjaannya diakuinya tak bisa dilakukan sekaligus karena membutuhkan pembangunan yang menyeluruh. Karena itulah digunakan opsi pembangunan bertahap dengan kawasan Alun-alun sebagai titik awal penataan Malioboro.
“Pak Gubernur sempat bilang, kalau nunggu ideal penataan ini enggak akan jadi, jadi, makanya dimulai bertahap dari selatan,” ujar Tavip.
Sejauh ini, Tavip menjelaskan proses penataan Alun-alun Utara sudah berlangsung dan dilanjutkan dengan perbaikan Titik Nol. Pekerjaan ini menyisakan perbaikan akses menuju Kraton. Tahap selanjutnya adalah membenahi kawasan di sekitar Pasar Sore dan terus berlanjut hingga ujung utara Malioboro.
“Maunya beliau begitu,” imbuh Tavip.
Soal pagar yang membuat Malioboro terkesan gersang dan kaku, Tavip menjelaskan fasilitas itu didesain sebagai bagian dari fase rekayasa sosial. Rekayasa itu termasuk menertibkan pejalan kaki agar tidak menyeberang sembarangan dan berfoto sampai ke tengah jalan. Selain itu, pagar portabel ini juga dimaksudkan sebagai pembatas penonton manakala digelar pawai yang melintasi Malioboro.
“Cuma memang banyak kritik masuk karena desainnya kok begitu, ya itu jadi masukan kami,” imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
Kasus Negreira kembali memanas setelah Real Madrid menyerahkan 50.000 halaman dokumen ke UEFA terkait Barcelona.
Candi Ijo menjadi ruang perjumpaan batik, wastra, sejarah dan masyarakat lewat “Sehari di Candi” pada Hari Batik Nasional.
Marc Marquez percaya diri menghadapi GP Indonesia di Mandalika setelah meraih 37 poin dan kemenangan di GP Jepang.
Luka Modric mengaku malu setelah Kroasia kalah telak 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League dan kini terancam degradasi.