Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Peluang kerja bagi lulusan SMK di luar negeri terus terbuka. Sebanyak 600 lulusan SMK di DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026.
Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, lulusan SMK DIY yang diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri tercatat sekitar 250 orang.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Raden Suci Rohmadi, mengatakan rencana pemberangkatan tersebut menjadi bagian dari program bantuan Pemerintah Pusat yang bekerja sama dengan Disdikpora DIY.
Hal itu disampaikannya setelah mengikuti audiensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) DIY di Pareanom Kompleks Kepatihan bersama Direktur Pendidikan Menengah, Senin (5/10/2026).
Menurut Suci, kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan kerja bagi lulusan SMK DIY. Pasalnya, peluang pekerjaan yang tersedia di tingkat daerah maupun nasional masih terbatas jika dibandingkan dengan kesempatan kerja di luar negeri.
“Kalau sekarang ini yang terdata sekitar 600-an orang. Nanti sambil berjalan bisa bertambah. Rencana kan tanggal 29 Oktober pelepasan secara luring,” ujarnya.
Meski peluang kerja terbuka, persiapan dan perlindungan bagi para lulusan SMK yang bekerja di luar negeri menjadi perhatian Pemda DIY. Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X, meminta agar para calon pekerja tersebut benar-benar memperoleh jaminan kehidupan selama berada di negara tujuan.
Selain jaminan kehidupan, kesiapan calon pekerja juga perlu diperhatikan sebelum mereka diberangkatkan. Hal tersebut nantinya akan dikomunikasikan dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
“Nah, itu saya kira nanti hal yang menjadi kita komunikasikan dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) ya,” jelasnya.
Suci menambahkan sebagian besar lulusan SMK DIY yang akan bekerja di luar negeri ditempatkan di Jepang. Sebagian lainnya akan bekerja di Jerman.
Khusus calon pekerja yang hendak berangkat ke Jerman, kemampuan bahasa menjadi salah satu persiapan penting. Pembelajaran bahasa Jerman bahkan perlu dilakukan sejak siswa duduk di kelas 10 hingga kelas 12.
“Kerjasama kami difasilitasi dari pusat kepada sekolah-sekolah SMK di kita untuk mempersiapkan ini. Juga ada bantuan dari Pusat kursus bahasa Jerman. Itu sudah kita lakukan.”
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan permintaan tenaga kerja dari luar negeri sebenarnya cukup banyak. Namun, lulusan SMK perlu memenuhi berbagai persyaratan sebelum dapat bekerja di negara tujuan.
Ia menyebut mayoritas lulusan SMK yang bekerja di luar negeri berprofesi sebagai caregiver atau tenaga yang memberikan perawatan kepada orang tua.
Pemerintah pusat, menurut Arie, terus memberikan dukungan agar lulusan SMK lebih siap bekerja di luar negeri. Persiapan tersebut mencakup kemampuan bahasa, keterampilan, hingga pemahaman mengenai budaya negara tujuan.
“Selama di sekolah di SMK bahasa diperkuat, kemudian juga skill-nya juga diperkuat, sama dengan pengetahuan budaya tempat mereka akan bekerja nanti di negara tujuan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Kenali 5 keterbatasan Chromebook sebelum membeli, mulai dari aplikasi Windows, Microsoft Office, penyimpanan hingga perangkat eksternal.
Pelebaran Jalan Selokan Mataram Sleman belum tuntas karena pembebasan lahan. Sebanyak 11 bidang, termasuk sebagian Makam Santren Gejayan, disiapkan.
Kerja Ngejar Apa, Sih? tayang 12 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah persaingan masa probasi.
Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 di peringkat ke-16 dengan 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.