IHSG Menguat ke 5.731, Saham BBCA dan BBRI Topang Penguata
IHSG dibuka naik 0,63% ke level 5.731. Penguatan ditopang BBCA, BBRI, dan AMMN meski sentimen ekonomi domestik masih membayangi pasar.
Salah satu sudut pagar besi di Jalan Malioboro. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Pagar besi Malioboro menuai kritik dari warga
Harianjogja.com, JOGJA- Sebulan terakhir Malioboro dihiasi ornamen baru. Bukan patung atau karya instalasi seperti yang pernah dipasang beberapa waktu lalu, melainkan deretan pagar besi berwarna merah.
Pagar besi itu ditata memanjang dari ujung utara jalan Malioboro hingga Titik Nol. Saat pertama kali dipasang 26 Desember lalu pagar itu berada di kedua sisi jalan. Namun belakangan pagar itu dipusatkan di sisi barat jalan, membatasi jalur pejalan kaki dan andong dengan jalan raya.
Jarak antara satu pagar dengan yang lainnya saling berimpitan dan hanya ada celah di setiap jalur zebra cross dan pintu masuk ke instansi. Mau tak mau masyarakat yang ingin menyeberang pun harus bejalan memutari pagar.
Meskipun sedikit merepotkan, salah satu pengunjung kawasan Malioboro Arif Syamsudin, 28, beberapa waktu lalu menilai langkah ini mampu memaksa pejalan kaki untuk tertib saat menyeberang. Selain itu dia menilai keberadaan pagar ini juga cukup efektif membuat Malioboro tampak lebih rapi walaupun sepintas malah terlihat kaku.
“Kalau dibandingkan yang sudah dipagari dan belum kan kelihatan lebih rapi. Tapi kesannya memang jadi kaku soalnya seperti dipenjara karena bentuk pagarnya,” ujar dia.
Satu titik yang paling banyak disorot adalah area di depan Gedung Agung. Di sepanjang trotoar yang ada di depan Istana Negara itu pagar besi menutup rapat area trotoar, hanya menyisakan sedikit celah di pertemuan antara ujung pagar besi dan pagar Gedung Agung.
Pemasangan ini membuat area landai yang ditujukan bagi pengguna kursi roda dan jalur khusus bertonjolan bagi pengguna tunanetra tertutup. Para penyandang disabilitas yang ingin melintas akhirnya hanya bisa melintas lewat trotoar di sisi timur jalan yang masih dipadati pedagang kaki lima.
Berdasarkan Pantauan Harian Jogja sejak pagar besi dipasang melingkar di area trotoar, area itu tak lagi seramai biasanya. Namun di saat tertentu masih banyak pengunjung yang memanfaatkan area di dalam kepungan pagar untuk duduk-duduk dan berfoto dengan beberapa ornamen di sekitarnya.
Menariknya, sejak dipasang pagar tak ada lagi pedagang sate atau pecel yang biasa menggelar dagangan di area itu. Pengunjung Malioboro pun lebih leluasa duduk-duduk di bangku yang dulu seringkali digunakan pedagang untuk meletakkan barang dagangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG dibuka naik 0,63% ke level 5.731. Penguatan ditopang BBCA, BBRI, dan AMMN meski sentimen ekonomi domestik masih membayangi pasar.
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.
Pertamina Patra Niaga memberhentikan awak mobil tangki BBM yang viral merokok saat bertugas karena melanggar prosedur keselamatan HSSE.
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.