HAMA BELALANG : Petani Gunungkidul Keluhkan Hama Belalang yang Menyerang Palawija
Sejumlah belalang berada pada tanaman rumput gajah di Desa Tunggorono, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/1/2015). Saat musim hujan populasi belalang mengalami peningkatan hal ini disebabkan jumlah makanan tumbuhan hijau meningkat sehingga dapat mencukupi kebutuhan makan populasi belalang serta berkurangnya salah satu bagian dari rantai makanan, meningkatnya populasi hama belalang ini belum sampai merusak tanaman padi. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)
Hama belalang menyerang tanaman palawija milik petani di Gunungkidul
Hariajogja.com, GUNUNGKIDUL- Petani di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan hama belalang yang menyerang tanaman jagung dan kacang-kacangan sejak dua minggu terakhir.
Camat Tanjungsari Witanto di Gunungkidul, Rabu, mengatakan kejadian hama belalang menyerang di empat dusun, yakni Dusun Wonosobo 1 dan Wonosobo 2 di Desa Ngestirejo serta Dusun Bruno 1 dan Bruno 2 di Desa Banjerejo.
"Serangan belalang cukup mengkhawatirian. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir hasil panen tidak maksimal," kata Witanto, Rabu (27/1/2016).
Ia mengatakan pihaknya masih mendata kerusakan akibat belalang ini. Selain hama belalang, petani di wilayahnya sempat mengalami kesulitan akibat hujan sempat berhenti turun beberapa waktu lalu.
"Selain belalang, petani mengeluhkan intensitas hujan yang rendah dan sempat berhenti. Padahal hampir seluruh wilayah merupakan lahan tadah hujan," katanya, seperti dikutip dari Antara.
Salah seorang tokoh masyarakat Tanjungsari, Lagiyo mengungkapkan petani hanya bisa pasrah, akibat serangan belalang dalam dua minggu terakhir.
"Belalang cukup banyak menyerang tanaman, bila tidak segera diatasi, kami khawatir akan gagal panen," katanya.
Ia berharap adanya serangan belalang ini bisa ditindaklajuti oleh pemerintah melalui SKPD terkait, agar serangan tidak semakin meluas.
"Kalau yang sekarang, saya yakin sudah tidak tertolong lagi, yang bisa dilakukan adalah antisipasi untuk masa mendatang," katanya.
Dia mengungkapkan banyaknya belalang sebagian warga memburu belalang untuk dijual ataupun untuk lauk.
"Hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan karena ancaman gagal panen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share