Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Warga Gafatar bersama anaknya mendapat pengawalan dari aparat TNI setibanya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (27/1/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Solopos)
Ormas Gafatar, mantan anggotanya akan dipulangkan ke tempat asalnya
Harianjogja.com, KULONPROGO-Anak mantan anggota Gafatar dipastikan akan tetap bisa mendapatkan hak pendidikannya. Tak hanya itu, kondisi sekitar si anak juga akan disesuaikan sehingga bisa mendukung kebutuhan pendidikan dan penanganan psikisnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo, Sumarsana menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui jumlah anak usia sekolah eks Gafatar yang mungkin akan melajutkan pendidikannya.
“Ada dua anak usia sekolah, usia 12 dan 9 tahun,”ujarnya pada Harian Jogja pada Rabu (27/1/2016).
Data ini didapat dari koordinasi dengan Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kulonprogo.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan sekolahnya dengan keinginan dari si anak dan orang tua mantan anggota Gafatar tersebut. Berbagai pelaku pendidikan seperti kepala sekolah dan guru-guru juga akan diberi pemahaman mengenai kondisi berbeda yang mungkin dimiliki si anak mantan anggota Gafatara.
Sumarsana menguraikan bahwa jangan sampai si anak mengalami gangguan di sekolah dan perbedaan perlakuan karena latar belakangnya.
Namun, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai daerah mana yang akan menjadi tempat domisili anak-anak mantan anggota Gafatar tersebut. Sumarsana menjanjikan bahwa pihaknya akan segera menyiapkan berbagai kebutuhan pendidikan si anak segera setelah informasi tersebut diketahui.
Lebih lanjut, Sumarsana menguraikan bahwa akan ada observasi lebih lanjut mengenai kebutuhan pendidikan si anak. Pasalnya, kejadian yang dialami si anak beberapa waktu belakangan dikhawatirkan akan butuh penangan khusus untuk aspek pendidikannya. “Nanti kita cek apakah perlu penangan khusus atau tidak,” ujar Sumarsana.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa anak-anak mantan anggota Gafatar tersebut dipastikan akan membutuhkan pendidikan agama yang tepat. Ini dibutuhkan untuk menghalau faham yang mungkin saja sempat diketahui oleh anak-anak ini.
Sumarsana menyebutkan untuk hal ini maka pihaknya akan bekerjasama dengan Kementriaan Agama (Kemenag) Kulonprogo tentang pelaksanaan dan materinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)