Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Warga saling berebut hasil bumi dan uba rampe yang ada pada sebuah gunungan dalam acara merti dusun dan labuhan yang digelar di Dusun Imorenggo, Desa Karangsewu, Galur, Minggu (14/12/2014). (JIBI/Harian Jogja/dok. panitia Imorenggo)
Wisata Kulonprogo akan dimeriahkan dengan banyak kegiatan wisata, namun sampai saat ini masih belum disusun
Harianjogja.com, KULONPROGO- Genap satu bulan memasuki tahun 2016, Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kulonprogo belum menyediakan kalender kegiatan tahunan sebagai salah satu alat penarik wisatawan.
Banyaknya agenda upacara adat dan budaya yang hingga kini belum ditentukan waktunya membuat Disparpora Kulonprogo sulit menyelesaikan agenda wisata tahunan tersebut secepatnya.
Kepala Seksi Atraksi Wisata Disparpora Kulonprogo, Samsul Hilal menyebutkan bahwa hingga kini pembuatan kalender kegiatan tahunan masih dalam proses persiapan. Ia memperkirakan bahwa jadwal acara atraksi seni dan budaya penarik wisatawan di Kulonprogo ini baru akan bisa diluncurkan pada April 2016 mendatang.
“April nanti, masih harus menunggu kepastian waktu,” ujarnya pada Harian Jogja pada Minggu (31/1/2016).
Ia menambahkan bahwa sulitnya membuat kalender kegiatan ini karena banyaknya acara yang belum pasti penyelenggaraannya, termasuk waktunya. Menurutnya tak banyak agenda upacara adat di Kulonprogo yang waktunya sudah pasti, jikapun ada jumlahnya tak banyak.
Ia menyebutkan acara labuhan Puro Pakualaman yang diselenggarakan tiap 10 Muharram sebagai salah satu acara yang sudah pasti penyelenggaraannya. Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang memiliki kepercayaan tertentu sehingga untuk melaksanakan suatu acara butuh banyak persiapan.
“Masyarakat biasanya menyiapkannya seminggu sebelum acara, mempertimbangkan banyak hal dulu,” jelas Samsul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.