AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Sejumlah pelajar Kota Kediri, Minggu (6/12/2015), menggelar kampanye pencegahan pernikahan dini, Mereka melakukan pawai di jalur-jalur jalan protokol Kota Kediri, Jawa Timur. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebanyak 11,3% remaja perempuan telah menikah pada usia 10 tahun-15 tahun, dan 32% menikah pada usia 16 tahun-18 tahun. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)
Pernikahan dini di DIY masih tinggi.
Harianjogja.com, JOGJA – Tingginya angka pernikahan dini di DIY membuat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY menjadikan daerah istimewa ini sebagai salah satu target program Generasi Berencana (Genre). Diharapkan program ini bisa meningkatkan kesadaran remaja dan mengurangi angka pernikahan dini.
Berdasarkan data PKBI DIY, jumlah remaja putri usia 10-18 tahun yang melahirkan di tahun 2015 sebanyak 1.078 orang. Jumlah itu terdiri dari 405 kelahiran di Gunungkidul, 364 kelahiran di Bantul, 110 kelahiran di Sleman dan 92 kasus kelahiran di DIY.
Direktur Direktur Perencanaan, Pengendalian Kependudukan BKKBN Pusat Chamnah Wahyuni baru-baru ini mengatakan pihaknya sempat mencari tahu alasan tingginya remaja yang melahirkan. Hasilnya menurut Chamnah cukup mengejutkan lantaran ada remaja yang sengaja berhubungan intim di luar nikah agar hubungan mereka direstui dan dinikahkan.
Berbekal fakta dan data itu, pihaknya berusaha mengembangkan program Genre. Program itu memfasilitasi remaja agar bisa hidup sehat dan menyadari pentingnya kesehatan reproduksi. Program ini juga berusaha mengedukasi kapan usia menikah yang baik, kapan mempersiapkan kehamilan serta merancang keluarga yang baik.
“Sasarannya remaja, mahasiswa dan keluarga yang punya remaja yang belum menikah. Nantinya kader Genre itu yang akan saling berbagi dengan remaja lainnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.