Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan. (JIBI/Solopos/Antara)
Perbankan Jogja kembali gulirkan KUR.
Harianjogja.com, JOGJA-Sempat disetop dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena besaran kredit macet mencapai 5%, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat lampu hijau untuk kembali menyalurkan kredit kepada pelaku di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BPD DIY menargetkan mampu menyalurkan Rp50 miliar untuk 2016 ini.
Direktur Utama (Dirut) BPD DIY Bambang Setiawan yang ditemui wartawan di kantornya mengatakan, BPD DIY akan berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan KUR. Jangan sampai target penyaluran terlalu besar tetapi tidak terpenuhi.
"Jatahnya bisa besar tapi kami hati-hati dan akan mulai dengan Rp50 miliar. Kita tetap junjung prudencial banking. Tetap selektif dan tidak seenaknya sendiri," terangnya, Senin (15/2/2016).
Saat ini pihaknya masih menunggu ketok palu dari Kementerian dan UKM untuk mendapat izin penyaluran. Untuk sasaran awal penerima KUR nanti, ia memprioritaskan kepada pada petani produktif yang tersebar di seluruh wilayah DIY. Petani yang masuk kriteria penerima KUR adalah mereka yang telah memiliki pasar serta memiliki komoditas bernilai jual. Selain itu BPD DIY juga akan menyasar pada kalangan peternakan dan pedagang pasar.
"Pada peternak, ini jelang lebaran sehingga kebutuhan peternak tinggi," ujar dia.
Upaya yang dilakukan dalam rangka pendekatan dengan objek-objek sasaran tersebut mulai dari promosi, sosialisasi hingga komunikasi di sentra-sentra pertanian. "Tidak ada persiapan khusus karena sudah menjadi saluran distribusi kami," ungkap Bambang.
Menurutnya suku bunga KUR yang turun menjadi 9% perlu dimanfaatkan para pelak usaha. BPD DIY siap memberikan akses penyaluran kredit kepada usaha mikro yang membutuhkan.
Menambahkan, Pemimpin Kelompok Mikro BPD DIY Sumarno mengatakan, sebenarnya sebelum ada izin secara resmi dari Pusat terkait penyaluran KUR oleh BPD DIY ini, BPD telah memiliki proyeksi objek yang akan dibiayai. Dengan kata lain BPD DIY telah mempersiapkan calon penerimanya. "Tinggal nunggu izinnya saja. Kalau objek yang akan dibiayai kita sudah punya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.