Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Sejumlah warga melakukan perlawanan pada personil Kulonprogo yang sedang mengamankan proses pamasangan patok perapatan titik batas bandara, di Dusun Sidorejo, Temon, Kulonprogo, Selasa (16/2/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Bandara Kulonprogo untuk proses pemasangan patok diwarnai keributan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan warga penolak bandara di Dusun Sidorejo, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo bentrok dengan personil Polres Kulonprogo dalam proses pemasangan patok perapatan titik batas Izin Penetapan Lokasi (IPL), siang Selasa(16/2/2016). Aksi bentrok ini mengakibatkan sejumlah warga menderita luka memar dan kerugian materiil.
Puluhan warga Dusun Sidorejo, Temon melakukan perlawanan dalam proses pemasangan patok perapatan titik batas IPL yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo. Dalam proses tersebut, BPN mendapatkan pengawalan dari 300 personil Polres Kulonprogo yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi.
Selama proses, warga mengawal dengan terus berteriak, memukul kentong dan botol yang diisi kerikil. Setelah perdebatan panjang dan aksi saling dorong, bentrokan terjadi di halaman salah seorang warga. Tak hanya sampai di situ, aksi saling pukul dan dorong kemudian berlanjut di beberapa titik lain di sekitar lokasi pertama.
Dalam aksi betrok ini, sejumlah warga harus diamankan karena terus melakukan perlawanan terhadap personil polisi. Sejumlah ibu-ibu juga harus diamankan oleh polisi wanita (polwan) karena terlibat dalam bentrok tersebut. Selain itu, beberapa ibu-ibu nampak histeris selama kejadian berlangsung. Pengamanan terus dilakukan sampai akhirnya warga bisa dipukul mundur.
Aksi bentrok tersebut mengakibatkan kerugian warga berupa kerusakan bibit cabai yang sedang disemai di halaman rumah dan beberapa sepeda motor yang sedang diparkir di lokasi yang sama. Sejumlah warga juga disinyalir mengalami luka lebam dan memar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.