PENIPUAN TENAGA KERJA : Lulusan SMK Diminta Hati-hati Menerima Tawaran Pekerjaan
Sejumlah tenaga kerja indonesia (TKI) tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (12/7/2015). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (Bank BNI) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membantu sekitar 28 TKI dan keluarganya yang hendak mudik merayakan Lebaran 2015 di kampung halaman mereka. (JIBI/Solopos/Antara/Rivan Awal Lingga)
Penipuan tenaga kerja bisa diantisipasi dengan berhati-hati saat menerima tawaran pekerjaan
Harianjogja.com, JOGJA-Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diimbau berhati-hati dalam menerima tawaran pekerjaan, agar tidak terjerumus dalam perdagangan manusia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana pada Rabu (2/3/2016) menjelaskan lulusan SMK disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan disiapkan pula untuk langsung memasuki lingkungan kerja.
Bagi lulusan yang ingin langsung bekerja, disarankan untuk menerima tawaran kerja lewat jobfair yang diadakan oleh sekolah.
Karena apabila lulusan menerima tawaran kerja secara pribadi, misalnya dari perusahaan tertentu atau agen penyalur tenaga kerja, maka tidak ada yang bisa menjamin tawaran pekerjaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan atau hanya kamuflase untuk menjerumuskan ke dalam perdagangan manusia.
"Kalau lewat jobfair sekolah, sekolah dapat menjamin kapabilitas dan kompetensi yang memberikan tawaran kerja itu," ungkapnya.
Sementara itu ditemui terpisah, Kepala SMK Kejuruan Piri 1 Jogja Beny Setyo Wibowo mengungkapkan pihaknya juga meminta siswa berhati-hati apabila mencari pekerjaan tidak lewat jobfair yang diadakan sekolah. Siswa diminta mencari informasi seluas mungkin mengenai perusahaan yang diminati.
"Jangan mudah tergiur iming-iming perusahaan yang menawarkan pekerjaan. Meskipun tawaran itu diberikan oleh tetangga, atau orang yang sudah dikenal dekat," ucap lelaki lulusan Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Di sekolah yang dipimpinnya, memang sering didatangi perwakilan dari Perguruan Tinggi (PT) maupun perusahaan yang mencari peserta didik atau karyawan dari SMK Piri 1 Jogja.
Namun, bagi perusahaan dan PT yang belum pernah menjalin kerjasama, sekolah akan mencari tahu secara detail mengenai perusahaan atau PT tersebut.
"Langkah itu sebagai antisipasi agar siswa tidak terjerumus perdagangan manusia," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share