73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 07 Oktober 2026 14:27 WIB
73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG

Kepala KPPN Wonosari, Ana Sariasih saat membuka sosialisasi dan pelatihan Penggunaan aplikasi AKSIS bagi pengelola keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Gunungkidul, Rabu (7/10/2026)./ Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pengelolaan keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gunungkidul mulai diarahkan sepenuhnya ke sistem digital. Sebanyak 73 akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti sosialisasi dan pelatihan aplikasi AKSIS yang digelar Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wonosari pada 7-8 Oktober 2026.

Penerapan AKSIS ditujukan untuk memperkuat pencatatan dan pelaporan keuangan SPPG sekaligus membuat penggunaan dana MBG lebih mudah dipantau. Aplikasi tersebut mencatat transaksi keuangan, pengelolaan anggaran dan persediaan hingga penyusunan laporan.

Kepala KPPN Wonosari Ana Sariasih mengatakan AKSIS mulai berlaku untuk pengelolaan dan pelaporan keuangan SPPG sejak 1 Oktober 2026.

“Aplikasi ini diharapkan mampu menggantikan proses pelaporan manual berbasis spreadsheet yang selama ini digunakan oleh SPPG sehingga kualitas data, kecepatan pelaporan, dan akuntabilitas pengelolaan dana Program MBG dapat semakin ditingkatkan,” kata Ana, Rabu (7/10/2026).

Pelatihan digelar selama dua hari dengan membagi peserta menjadi dua kelompok. Selain akuntan, sosialisasi dilakukan secara daring kepada kepala SPPG dan ahli gizi.

Pelaporan Tak Lagi Manual

Ana mengatakan penerapan sistem baru tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia di masing-masing SPPG. Karena itu, KPPN Wonosari tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga menyiapkan pendampingan bagi pengelola SPPG di Gunungkidul.

“Kami berharap seluruh pengelola keuangan SPPG di Kabupaten Gunungkidul dapat memahami serta mengimplementasikan AKSIS secara optimal. Apalagi penggunaan aplikasi sudah berlaku sejak 1 Oktober,” ujarnya.

Menurut dia, AKSIS bukan hanya digunakan sebagai alat pelaporan. Data yang masuk ke sistem dapat digunakan untuk memantau realisasi anggaran secara lebih cepat sehingga pengawasan pengelolaan dana publik dapat dilakukan secara lebih terukur.

“Dengan data yang tersaji secara real time, pengawasan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” katanya.

AKSIS sendiri dikembangkan untuk mendukung pencatatan keuangan SPPG secara terintegrasi. Penerapan sistem tersebut secara nasional diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual atau spreadsheet dan memperkuat akuntabilitas dana MBG.

Terhubung dengan Sistem Pencairan Dana

Customer Services Officer (CSO) KPPN Wonosari Muhammad Wahid Hasyim mengatakan pelatihan kepada SPPG menjadi bagian dari proses penyesuaian karena AKSIS masih tergolong sistem baru bagi pengelola di daerah.

“Ini baru sehingga butuh sosialisasi dan pelatihan agar penggunaan aplikasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Wahid, setiap akuntan SPPG telah memperoleh akun untuk melakukan pelaporan sesuai ketentuan.

Ia menambahkan AKSIS juga terhubung dengan aplikasi SAKTI yang digunakan dalam proses pencairan dana MBG. Dengan integrasi tersebut, pelaporan keuangan SPPG menjadi bagian dari rangkaian pengelolaan dana yang saling terhubung.

“Semua pelaporan harus lewat aplikasi karena saling terintegrasi,” ujarnya.

KPPN Wonosari selanjutnya akan membuka kanal konsultasi dan pendampingan bagi SPPG di Gunungkidul. Langkah tersebut diharapkan membantu pengelola beradaptasi dengan sistem digital sekaligus memastikan pelaporan keuangan berjalan sesuai ketentuan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online