WISATA GUNUNGKIDUL : Investor Pariwisata di Gunungkidul Bermunculan
Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul, Kamis (25/12/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul mendapat perhatian banyak pihak.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Investor perhotelan mulai tertarik menanamkan modal di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seiring peningkatan jumlah wisatawan di daerah ini.
Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunung Kidul Aziz Saleh di Gunung Kidul, Rabu, mengungkapkan pada 2016 sudah ada beberapa investor yang ingin menanamkan investasinya di Gunung Kidul yang sebagian besar dari sektor pariwisata.
"Saat ini sudah banyak yang ingin menamkan ivestasinya, salah satu terbesar di Pantai Seruni, Sidoarjo, Tepus," kata Aziz seperti dikutip dari Antara (2/3/3016)
Ia mengatakan investor memiliki rencana membangun sebuah resor senilai Rp650 milir. Rencananya selain resor juga dilengkapi sarana olahraga seperti lapangan golf, voli, dan futsal. Namun demikian pihaknya belum bisa menerbitkan perizinan karena sejumlah persyaratan belum terpenuhi.
"Mereka nantinya harus memaparkan kepada bupati dan SKPD teknis untuk gambaran bagaimana nantinya pembangunan resor tersebut," katanya.
Aziz mengakui dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Kabupaten Gunung Kidul dengan jumlah rata-rata 2 juta wisatawan pertahun memancing investor untuk menanamkan investasinya dalam bidang penginapan.
"Wisatawan banyak yang berkunjung tetapi kebanyakan tidak menginap, beberapa investor melirik untuk membangun resor, dengan harapan wisatawan bisa tinggal di Gunung Kidul," ucapnya Pasa 2016, katanya, pihaknya menargetkan investasi sebesar Rp850 miliar, sedangkan pada 2015 nilai investasi Rp750 miliar. Untuk itu pihaknya terus berinovasi termasuk memperbaiki tata kelola prosedur, peryaratan, dan mekanisme perizinan yang dinilai banyak pihak terlalu berbelit.
"Kami akan urai dimana saja yang memiliki kelemahan. Hal ini salah satu upaya kami untuk meningkatkan pelayanan," ucapnya.
Penjabat Sekda Gunung Kidul Supartono mengatakan Pemkab Gunung Kidul tidak mempersulit investor untuk mengurus perizinan. Namun diperlukan kehati-hatian untuk mengkaji agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.
"Kami memang berhati-hati, bukan mempersulit. Pada prinsipnya kita terbuka bagi investor namun memang perlu kajian agar ke depan tidak ada permasalahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share