PENCURIAN SLEMAN : Etalase Rokok Diangkut Maling

Sunartono
Sunartono Sabtu, 05 Maret 2016 09:20 WIB
PENCURIAN SLEMAN : Etalase Rokok Diangkut Maling

ilustrasi mencuri. (Hengky Irawan/JIBI/Harian Jogja)

Pencurian Sleman dilakukan residivis

Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus pencurian rokok kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sleman pekan lalu. Pencuri nekat mengangkut etalase yang berisi puluhan bungkus rokok di sebuah restoran di Jalan Solo Kalitirto, Berbah, Sleman sekitar pukul 06.00 WIB.

Tetapi, aksinya diketahui sekuriti dan langsung ditangkap bersama warga. Pelaku diketahui bernama Sapto Haryono, 28, warga Tamanmartani Kalasan, Sleman yang tercatat sebagai residivis kasus pencurian. Sebelumnya, kawanan pencuri membobol sejumlah kios di Gamping dan Mlati mengambil rokok senilai ratusan juta rupiah. Lima pelaku berhasil ditangkap pada pertengahan Februari lalu.

Kapolsek Berbah Kompol Gunawan menjelaskan, pelaku datang ke rumah makan itu menggunakan motor Honda Astrea AB 5843 NH. Tersangka lalu masuk ke restoran yang pintunya belum semuanya terbuka dan mengambil etalase di area kasir berisi sedikitnya 60 bungkus rokok.

"Pelaku mengangkat etalase itu lalu dibawa ke motornya," ungkapnya, Jumat (4/3/2016).

Akantetapi, tindakannya diketahui oleh sekuriti restoran tersebut yaitu Suroyo, 41, yang berada di lantai dua. Beberapa menit sebelum kejadian, Suroyo sempat berada di lantai satu untuk mematikan lampu taman di area restoran itu kemudian naik ke lantai dua. Ketika berada di lantai dua, Suroyo sedang melipat jaket dan menaruhnya di dekat jendela sembari melihat area parkir. Saat itulah dia melihat tersangka membawa etalase berisi rokok dan langsung berlari turun dari lantai dua untuk mengejar pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman menambahkan, meski tertangkap tangan, tersangka masih saja berdalih. "Korban menanyakan etalase mau dibawa kemana? Tapi dijawab tersangka, tadi saya mau beli rokok tapi tidak orang. Dalihnya mau beli rokok tapi etalase dibawa," ungkap Mujiman menirukan percakapan tersangka dan korban.

Melihat dalih yang disampaikan tersebut, korban lalu memanggil dua sekuriti dari sebuah lembaga di dekat TKP. Keduanya, yaitu Kintoko dan Markus pun datang membantu korban menangkap tersangka untuk diserahkan ke Mapolsek Ngaglik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online