NELAYAN BANTUL : Produksi Lokal Minim, Pemkab Datangkan Ikan Dari Luar Daerah

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Sabtu, 05 Maret 2016 00:20 WIB
NELAYAN BANTUL : Produksi Lokal Minim, Pemkab Datangkan Ikan Dari Luar Daerah

Ombak masih tinggi membuat hasil tangkapan ikan tidak memuaskan, sejumlah nelayan menarik sebuah perahu usai melaut untuk disandarkan ke tepi Pantai Congot, Kamis (12/11/2015). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)

Nelayan Bantul masih membantu pertanian

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, membantu pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan maupun ikan yang dibudidayakan kelompok usaha bersama luar daerah ini.

"Kita justru sangat bersyukur bisa mendatangkan ikan dari luar daerah, karena dengan begitu bisa membantu pemasaran ikan produksi mereka," kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul, Yus Warseno di Bantul, seperti dikutip dari Antara Jumat (4/3/2016).

Menurut dia, dalam mencukupi kebutuhan ikan di daerah ini, Bantul masih mengandalkan pasokan ikan dari luar daerah, sebab produksi ikan nelayan dan kelompok pembudidaya di daerah ini masih belum mencukupi kebutuhan.

"Kalau kita hanya menyuguhkan ikan dari Bantul saja masih kurang, karena itu harus mengambil dari luar daerah untuk dipasarkan ke rumah-rumah makan maupun warung kuliner di objek wisata pantai," katanya.

Pihaknya juga kurang sependapat dengan segelintir orang yang menganggap Bantul kurang mandiri dalam mencukupi kebutuhan ikan sendiri, sehingga harus datangkan ikan dari luar, sebab hal itu justru membuat kabupaten ini lebih terbuka dan maju.

"Jangan dikira dengan mendatangkan ikan dari luar kita tidak maju, dilihat dari faktor mana itu, karena saya senang mampu datangkan ikan dari luar. Itu juga menunjukkan bahwa permintaan ikan makin besar," katanya.

Sementara itu, staf Sub Bagian (Subbag) Program DKP Bantul, Rosita mengatakan produksi ikan laut di Bantul pada 2015 mencapai sekitar 360 ton ikan, sementara produksi ikan air tawar mencapai sebanyak 13.000 ton ikan.

"Produksi ikan laut hasilnya kalah jauh dibanding air tawar, karena kelompok pembudidaya perikanan itu hampir terdapat di semua kecamatan, misalnya di Banguntapan dan Piyungan itu produksinya tinggi," katanya.

Namun demikian, kata dia, dengan produksi ikan tersebut, Bantul masih mendatangkan pasokan berbagai jenis ikan dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun warung-warung kuliner ikan di Kabupaten Bantul.

"Ikan yang masuk ke Bantul rata-rata sekitar 16 ribu ton per tahun, diambil dari wilayah pantai utara Semarang untuk ikan bandeng, sedangkan untuk lele dan gurame mendatangkan dari daerah Jawa Timur," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis