SEKOLAH ADIWIYATA : Sekolah Berwawasan Lingkungan Bentuk Kader Pelestari Lingkungan
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Anak-anak Sekolah Gajahwong menunjukkan bibit pohon saat memperingati Hari Bumi dengan membagikannya kepada para pengguna jalan yang berhenti di simpang empat APMD Timoho, Yogyakarta, (22/04/2015). Beragam bibit pohon sebanyak 600 buah itu mereka buat sendiri sejak tiga bulan lalu, besar harapan mereka agar pohon tersebut dapat ditanam dan dirawat di sekitar tempat penerima tinggal untuk penghijauan, menggantikan pohon lama yang tumbang atau ditebang.
Sekolah adiwiyata di Kulonprogo membentuk kader pelestari lingkungan
Harianjogja.com, KULONPROGO-Keberadaan sekolah adiwiyata di Kulonprogo diharapkan terus bertambah. Sekolah berwawasan lingkungan dinilai mampu diandalkan untuk membentuk kader-kader yang peduli dengan upaya pelestarian lingkungan.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo, Suharjoko memaparkan, sekolah adiwiyata di Kulonprogo antara lain SD Negeri Kembangmalang Panjatan, SD Negeri 4 Wates, SD Negeri Temon, SMK Negeri 1 Wates, dan SMA N I Temon.
“Harapannya, semua sekolah di Kulonprogo bisa menyusul menjadi sekolah adiwiyata,” ujar Suharjoko, dikonfirmasi Minggu (6/3/2016).
Wawasan mengenai lingkungan diintegrasikan dalam mata pelajaran umum. Suharjoko mencontohkan, guru bisa meminta siswa membuat karangan tentang kelestarian lingkungan pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
Kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan juga bisa ditumbuhkan melalui upaya pembiasaan, misalnya membuang sampah pada tempatnya. Sekolah bahkan bisa menyediakan waktu khusus untuk kegiatan praktek yang menarik antusiasme siswa.
“Kegiatannya bisa berbeda-beda. Kalau di SD Negeri 4 Wates, mereka punya kegiatan pembuatan pupuk kompos,” ungkap dia.
Menurut Suharjoko, pembentukan pola pikir dan kesadaran untuk peduli kelestarian lingkungan tidak bisa didapatkan secara instan. Anak-anak perlu diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar selalu bersih dan sehat sejak dini, tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah. Pemahaman dan kebiasaan yang tertanam diharapkan terus terbawa hingga dewasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share