KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Rombongan kapal Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto usai melihat lokasi di Pantai Luwen, Selasa (23/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul banyak muncul objek baru
Harianjogja.com, JOGJA-- Kemunculan lokasi wisata baru yang terus bertambah di Gunungkidul menyebabkan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul harus lebih serius dalam menangani dan tetap berjaga-jaga.
Kepala Bidang Produk Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, Harry Sukmono, mengungkapkan kekhawatiran muncul salah satunya terkait dengan SDM.
Masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangaan wisata dalam suatu kawasan. Kemudian muncul pertanyaan, apakah masyarakat siap untuk menjadikan lingkungannya sebagai kawasan wisata?
"Kita antisipasi disitu, untuk melihat sejauh apa kesiapan masyarakat ketika sebuah lokasi wisata yang baru muncul," katanya, Jumat (11/3/2016).
Dalam perda nomor 5 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Perbub No 3 tahun 2014 tentang petunjuk pelaksanaan sudah diatur bahwa kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada di setiap objek wisata harus memiliki standar kabupaten.
Kelayakan pokdarwis standar kabupaten meliputi adanya ADRT, kepengurusan, program kerja, struktur organisasi, serta penetapan dari kepala desa.
Pemerintah dapat mengeluarkan SK Pengukuhan Pokdarwis jika memenuhi standar kabupaten yang dinilai dari kelayakan SDM dan lokasi wisata.
"Pemerintah kabupaten memiliki kewenangan untuk mengukuhkan, kapasitas SDM yang ada memang harus memenuhi standar," kata dia.
Hingga saat ini belum ada Pokdarwis yang sudah mendapatkan SK Standar Kabupaten, untuk menindak lanjutinya pemerintah terus menghimbau agar pokdarwis dapat segera memenuhi standar yang ada.
Standar kelayakan tersebut muncul didasarkan pada tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung. Keluhan dan kekecewaan kerap datang dari wisatawan sebab penyambutan serta pelayanan masyarakat pengelola wisata tidak sesuai dengan harapan.
Sementara itu, salah seorang warga Wonosari, Arnita, mengungkapkan bahwa lokasi wisata memang banyak terus ditemukan di Gunungkidul. Ia berharap pengelola wisata dapat maksimal dalam melayani pengunjung.
"Agar Gunungkidul dapat menjadi destinasi wisata yang disegani, tak hanya tempatnya yang apik. Namun juga pelayanannya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.