Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Kegiatan seminar Siaga Bencana Gempa dan Tsunami, di Sekolah Menengah Atas (SMA) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonokromo, Pleret, Bantul, Senin (14/3/2016). (Yudhi Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Mitigasi bencana diajarkan pada anak sekolah di Bantul dengan menggunakan kamishibai
Harianjogja.com, BANTUL- Kamishibai atau cerita bergambar adalah salah satu kebudayaan yang berasal dari Negara Jepang. Menggunakan cerita dengan menampilkan gambar-gambar, metode ini sangat digemari oleh semua kalangan di Jepang.
Dengan menggunakan kamishibai, para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonokromo, Pleret, Bantul diajarkan bagaimana cara penanggulangan bencana alam dalam seminar Siaga Bencana Gempa dan Tsunami, Senin (14/3/2016).
Adalah Yoko Takafuji seorang peneliti asal jepang yang sedang melakukan penelitian di Indonesia yang mengenalkan metode tersebut. SMA MAN Wonokromo menjadi salah satu SMA di DIY yang mendapatkan materi cara penanggulangan bencana alam gempa dan tsunami melalui metode kamishibai.
Sebanyak 90 siswa-siswi kelas X dan XI, jurusan Bahasa Jepang SMA MAN Wonokromo yang menjadi peserta pada seminar kali ini.
Yoko Takafuji mengatakan karena daerah Bantul memiliki tingkat kerawanan bencana gempa dan tsunami yang mirip dengan Jepang maka para pelajar itu harus wajib bagaimana cara melakukan penanggulangan saat terjadi bencana.
“Dari penelitian yang saya lakukan di Indonesia, beberapa daerah tersebut sangat rawan dengan bencana gempa dan tsunami. Jadi tindakan siaga bencana harus dikenalkan kepada anak-anak muda khususnya para pelajar SMA,” ujar Yoko.
Diakui oleh Yoko dengan menggunakan metode kamishibai materi penanggulangan bencana akan lebih diserap dan lebih mudah dipahami, karena metodenya sangat menarik.
“Dengan metode yang tidak umum, sebuah pembelajaran akan mudah dipahami. Saya berharap mungkin di Indonesia ada metode yang mengunakan unsur budaya Indonesia yang digunakan untuk materi pembelajaran serupa,” imbuh Yoko.
Para pelajar yang mengikuti seminar juga tampak sangat antusias, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh beberapa siswa dalam seminar yang berlangsung di Balai Desa Wonokromo, Pleret, Bantul kamarin.
Wakil Kepala Sekolah bagian kesiswaan Syaefulani berharap dengan adanya seminar ini para siswa dapat menyerap ilmunya, “Bagaimana cara penanggulangan bencana bi Jepang bisa diterapkan di Bantul agar dapat menekan angka korban jiwa jika terjadi bencana alam,” kata Syaeful.
Selain materi penanggulangan bencana, para pelajar juga dapat secara langsung praktik dalam menggunakan bahasa Jepang dalam bahasa sehari-hari.
SMA MAN Wonokromo memang satu-satunya SMA di Bantul yang memiliki jurusan Bahasa Jepang, maka dari itu diharapkan para siswa dapat benar-benar menyerap ilmu dan dapat menularkan ilmunya kepada para siswa yang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Kecelakaan 15 kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 91+900 B. Jasamarga siapkan jalur penyelamat di tiga titik.
Jadwal KSPN Jogja ke Pantai Drini dan Obelix Sea View Kamis 8 Oktober 2026. Cek jam keberangkatan, rute, dan tarifnya.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.