Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jalan rusak di Lereng Merapi belum ada rencana untuk perbaikan
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman belum memiliki rencana memperbaiki sejumlah jalan rusak yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) 3.
"Kami belum berencana masuk ke sana. Jalannya cukup tinggi dan berdekatan dengan Lereng Merapi," kata Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP) Sleman Mirza Anfanzury, baru-baru ini.
Untuk jalan di kawasan Lereng Merapi, jalan yang direncanakan akan diperbaiki yang berada di kawasan Srunen yang berdekatan dengan dusun Batur.
Tahun ini, DPUP baru membuat DED (desain engginering detail). Dia menjelaskan, Pemkab akan melakukan kanjian lebih mendalam terkait perbaikan jalan di lereng Merapi.
"Sejumlah jalan kabupaten yang rusak di Lereng Merapi masuk dalam KRB. Belum lagi, truk-truk penambang material masih banyak yang melintas disejumlah titik jalan," ujarnya.
Tahun 2016, DPUP merencanakan 20 paket pengerjaan jalan. Pembangunan jalan tersebut meliputi, pembangunan peningkatan jalan maupun penguatan berkala yang tersebar di 17 kecamatan.
Untuk peningkatan jalan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 37 miliar. Untuk pemeliharaan jalan total senilai Rp 38miliar. "Jalan yang dibangun total panjangnya 31,9kilometer," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Rihanna turun langsung jualan Fenty Beauty di TikTok. Live ditonton 1,5 juta akun dan ia mengungkap punya 150 lagu belum dirilis.
TNI AD membongkar dugaan praktik judi online di KPAD Cijantung. Sebanyak 11 warga sipil diamankan dan 32 komputer disita.
Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mengkaji moratorium industri setengah jadi untuk mempercepat hilirisasi dan memutus rantai ekspor produk.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut Danantara tidak menyetor dividen ke APBN 2026 dan 2027. Kontribusi Danantara dinilai lebih luas.
Perpres 27/2026 mengatur perlindungan pekerja transportasi online, termasuk potongan aplikator 8 persen dan aturan turunan.