Prestasi Orang Tua di Tempat Kerja Jadi Contoh untuk Anak
Rapat Paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2014), menyisakan banyak kursi kosong. Menjelang akhir masa jabatan, sebanyak 272 anggota DPR tidak hadir meski rapat paripurna mengagendakan pengambilan keputusan tentang calon anggota BPK, calon hakim agung dan pengesahan RUU Perasuransian. Sebagian besar legislator yang tak lagi terpilih dalam Pemilu 2014, kini tampak enggan menghadiri aktivitas lembaga legislatif itu. (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)
Prestasi orang tua di tempat kerja bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya
Harianjogja.com, KULONPROGO-Orang tua diimbau selalu mendorong anak-anak untuk semangat berprestasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Daya juang anak diharapkan menjadi lebih kuat sehingga mampu bertahan dalam berbagai persaingan kehidupan di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kabupaten Kulonprogo, Mardiya, Sabtu (26/3/2016).
Menurutnya, penting bagi orang tua untuk menyemangati anak-anak giat belajar dan pantang menyerah berusaha demi mencapai hasil yang optimal. “Anak perlu disiapkan sejak dini. Persaingan di masa depan pasti semakin ketat seiring terus bertambahnya jumlah penduduk,” ujar Mardiya.
Menurut Mardiya, ada beberapa cara mendorong anak semangat berprestasi. Pertama, orang tua diharapkan sebisa mungkin meluangkan waktu untuk mendampingi anak saat belajar. Fasilitas belajar juga dibuat nyaman dan memadai agar anak lebih termotivasi. Jika perlu, kenalkan anak dengan perkembangan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar.
Jika anak berhasil mencapai prestasi tertentu, orang tua juga disarankan memberikan reward atau penghargaan. Bentuknya bisa berupa pujian, ucapan terima kasih, hingga menyiapkan hadiah yang tentunya bermanfaat bagi perkembangan anak seperti buku bacaan, peralatan sekolah, hingga permainan edukatif.
“Orang tua juga bisa memberikan contoh dengan berprestasi di tempat kerja,” ucapnya kemudian.
Kepala BPMPDPKB Kulonprogo, Sri Utami menambahkan, dorongan orang tua diyakini mampu merangsang anak untuk rajin, tekun, disiplin, dan tidak mudah menyerah, baik secara langsung maupun tidak.
Semangat anak akan semakin kuat ketika mereka meraih prestasi yang membanggakan, seperti mendapatkan nilai yang baik di kelas, hingga menjadi juara dalam bermacam-macam perlombaan.
Namun jika anak mengalami kegagalan, orang tua hendaknya tidak memberikan hukuman berlebihan dan membuat anak merasa sangat bersalah. Orang tua justru perlu lebih menyemangati anak agar tetap semangat meraih prestasi sesuai kemampuan diri. Sri berpendapat, orang tua diperbolehkan membuat target prestasi tapi jangan sampai terlalu membebani anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share