Hadapi Musim Hujan, Bupati Sleman Minta Drainase Dipantau

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 08 Oktober 2026 19:17 WIB
Hadapi Musim Hujan, Bupati Sleman Minta Drainase Dipantau

Apel besar kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Kantor DPUPKP Sleman, Kamis (8/10/2026)./Istimewa-Dokumen Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman\r\n\r\n\r\n\r\n

Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta jajaran Dinas PUPKP dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan. Kesiapan infrastruktur air hingga kebersihan lingkungan dinilai penting untuk mengantisipasi ancaman banjir di Sleman.

Imbauan tersebut disampaikan Harda dalam Acara Apel Besar dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman, Kamis (8/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Harda meminta tim lapangan selalu sigap menangani pendangkalan drainase. Jaringan irigasi maupun sumber daya air (SDA) yang mengalami kerusakan juga diharapkan dapat segera diperbaiki.

Bupati Sleman Minta Drainase Siap Hadapi Hujan

Harda menilai kondisi infrastruktur di Sleman saat ini terus membaik berkat kerja keras para petugas. Namun, peningkatan tersebut tetap perlu dilanjutkan, terutama menjelang musim hujan yang akan segera datang.

Menurutnya, jajaran terkait harus mampu memastikan infrastruktur yang berhubungan dengan aliran air dalam kondisi siap ketika hujan deras turun.

"Pelayanan di Kabupaten Sleman saat ini alhamdulillah berkat kerja keras penjenengan. Peran PU betul-betul harus tanggap. Bagaimana caranya besok kalau hujan deras, tidak ada banjir di Sleman," tegas Harda.

Kesiapsiagaan tersebut mencakup pemantauan dan penanganan berbagai infrastruktur air. Pendangkalan drainase, kerusakan jaringan irigasi, serta persoalan pada sumber daya air menjadi hal yang perlu diperhatikan petugas di lapangan.

Harda Ingatkan Integritas Pelayanan Publik

Selain kesiapan infrastruktur, Harda juga mengingatkan jajaran terkait mengenai pentingnya integritas dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta kualitas pelayanan publik terus ditingkatkan dan tidak disertai pungutan biaya tambahan di luar ketentuan.

Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan arahan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Dengan pelayanan yang baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan infrastruktur secara optimal ketika terjadi persoalan.

Warga Diminta Tidak Buang Sampah ke Drainase

Persoalan sampah juga menjadi perhatian dalam menghadapi musim hujan. Harda mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan, terutama di saluran drainase, dapat mengganggu aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir ketika hujan deras.

"Saya mengingatkan kita semuanya untuk hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga segala infrastruktur berkaitan dengan lari atau alirnya air hujan ini betul-betul kita persiapkan dengan baik untuk mengantisipasi adanya banjir. Ojo buang sampah sembarangan, lebih-lebih di tempat-tempat drainase," tegasnya.

Karena itu, kesiapan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemerintah. Kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi banjir.

Musim Hujan Sleman Diprediksi Dimulai Bertahap

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin, memaparkan perkiraan BMKG mengenai dimulainya musim hujan di wilayah Sleman.

Wilayah Sleman bagian utara diprediksi mulai diguyur hujan pada akhir November. Sementara itu, wilayah Sleman bagian tengah hingga selatan diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada awal Desember.

Merujuk perkiraan tersebut, Sukarmin menginstruksikan seluruh ketua tim, kelompok, serta pengawas bidang untuk rutin memantau saluran air yang berpotensi mengalami sedimentasi tinggi maupun tumpukan sampah.

Pemantauan secara rutin tersebut menjadi langkah pencegahan untuk mengantisipasi persoalan saluran air ketika curah hujan meningkat.

Menurut Sukarmin, langkah tersebut sangat krusial agar kejadian luapan air akibat tumpukan sampah di jembatan dapat dihindari.

Kesiapan menghadapi musim hujan di Sleman pun dilakukan melalui kombinasi pemantauan infrastruktur, penanganan sedimentasi dan sampah, perbaikan jaringan irigasi maupun SDA yang rusak, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online