TENAGA KERJA KULONPROGO : Sulitnya Mencari Tenaga Kerja Wanita...

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Minggu, 03 April 2016 04:20 WIB
TENAGA KERJA KULONPROGO : Sulitnya Mencari Tenaga Kerja Wanita...

Kementrian Pertanian mencatat 392.000 hektare sawah di Pulau Jawa telah dipanen pada bulan September 2015 lalu. Panen para pertani Jawa itu mampu menghasilkan 1,12 juta ton beras. Selanjutya, para petani itu pada umumnya tak lagi mampu menanami lahan pertanian mereka karena kekeringan akibat kemarau 2015 yang berkepanjangan. Tetapi di Ngawi, Jawa Timur, Senin (19/10/2015), sejumlah buruh tani memanen padi di sawah setempat. (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)

Tenaga kerja perempuan di Kulonprogo sulit didapatkan oleh perusahaan

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah perusahaan yang melakukan proses rekruitmen di Kulonprogo mengalami kesulitan dalam mencari tenaga kerja wanita.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi Kulonprogo, Heri Darmawan yang menjelaskan bahwa masih banyak kebutuhan tenaga kerja wanita yang belum terpenuhi.

Heri menjelaskan bahwa seringkali kuota permintaan tenaga kerja wanita di Kulonprogo tak terpenuhi. Meski tidak bisa menjelaskan penyebabnya, ia menyebutkan bahwa kemungkinan aspek sosial dan budaya di masyarakat merupakan salah satu penyebabnya. “Banyak yang maunya kerja di dekat rumah,”ujarnya pada Jumat (1/4/2016).

Dalam banyak kasus, sejumlah pekerja wanita kadang sudah menandatangani kontrak dan bersiap untuk berangkat ke daerah yang dituju. Namun, kemudian orang tua warga yang bersangkutan keberatan dan akhirnya membatalkan kesepakatan kerja. Padahal, menurut Heri sejumlah kesempatan kerja yang ditawarkan memiliki penawaran yang bagus dari berbagai sisi.

Sebagai contoh, Heri menguraikan bahwa telah dilaksanakan perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan yang bertempat di Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Perusahaan tersebut mencari 60 tenaga kerja wanita yang akan ditempatkan di Batam.

Namun, hanya 7 orang wanita yang datang ketika pelaksanaan tes. Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja pria yang dimintakan hanya 20 orang namun peserta tes membludak hingga 100 orang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online