Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Desa wisata di Sleman mengembangkan wisata outbond
Harianjogja.com, SLEMAN- Kualitas desa-desa wisata akan ditingkatkan untuk mengembangkan pariwisata di Sleman. Salah satu upayanya, edukasi akan diberikan kepada pengelola outbound di desa-desa wisata.
Ketua DPD Asosiasi Eexperiential Learning Indonesia (AELI) DIY, Adhik Iwan Sulistyanto mengatakan, saat ini kegiatan outbound atau outdoor training banyak dikembangkan oleh masyarakat dan pengelola desa wisata.
"Outbound saat ini telah dijadikan sebagai paket kegiatan yang banyak ditawarkan kepada para wisatawan. Kami ingin berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas program outbound sehingga menjadi kegiatan yang berbobot dan memberikan kepuasan serta manfaat yang besar kepada para tamu," ujarnya, Senin (4/4/2016).
AELI, katanya, berkomitmen untuk ikut mengembangkan pariwisata di Sleman. Sebagai lembaga yang terdata di sebuah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dibawah pembinaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), AELI merasa berkewajiban untuk mendukung pemerintah daerah.
"Temasuk membantu masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola kegiatan outbound yang berkualitas. Tetapi tetap mengandung aspek-aspek rekreasi, pengembangan maupun edukasi," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, pengembangan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan outbound tersebut diharapkan mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di Sleman.
"Nantinya penyelenggaraan outbound atau pelatihan luar ruang dapat lebih berkualitas," ujarnya.
Evie, sapaan akrab Shavitri menambahkan, jika seluruh pemandu outbound memiliki sertifikasi profesi maka paket-pake outbound yang ditawarkan tidak asal-asalan.
Pengelola desa-desa wisata akan menyelenggarakan outbound secara profesional dengan metodologi yang benar serta aspek-aspek lain yang menyangkut manajemen resiko, etika dan lainnya.
"Secara langsung maupun tidak langsung peningkatan kualitas penyelenggaraan outbound yang dilakukan oleh tenaga-tenaga yang bersertifikasi. Ini akan berdampak positif pada sektor pariwisata khususnya di desa-desa wisata," ujarnya.
Di wilayah Sleman, terdapat setidaknya 31 desa wisata. Dari 31 Desa Wisata yang beroperasi hanya tujuh desa wisata yang berstatus mandiri. Ketujuh desa wisata tersebut meliputi Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Gamplong, Desa Wisata Tanjung.
Desa Wisata Brayut, dan Desa Wisata Rumah Domes. Masing-masing desa wisata menawarkan keunggulan potensi wilayahnya masing-masing kepada wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Cek informasi BSU 2026 senilai Rp900.000 lewat JMO dan situs resmi. Ketahui cara mengecek status serta syarat yang masih menunggu aturan final.
Aleksander Ceferin kembali mencalonkan diri sebagai Presiden UEFA setelah mendapat dukungan 55 asosiasi anggota. Pemilihan digelar April 2027.
Paspor Indonesia ditargetkan memakai satu jenis mulai 2027. Nomor berlaku seumur hidup, tetapi masa berlaku buku tetap dibatasi 10 tahun.
Veda Ega Pratama finis ke-10 di FP1 Moto3 Mandalika 2026. Ia membidik posisi 14 besar pada Practice demi lolos langsung ke Q2.
Sulit tidur setiap malam? Kenali 9 cara mengatasi insomnia tanpa obat dan kapan CBT-I diperlukan untuk menangani gangguan tidur kronis.