Bayern Muenchen Ditahan Schalke 0-0, Kane Gagal Jadi Pahlawan
Bayern Muenchen ditahan Schalke 0-0 di Veltins-Arena. Harry Kane, Olise dan Musiala gagal membawa Die Roten meraih kemenangan.
Sembilan pelajar ditangkap Polres Sleman berikut barang bukti senjata tajam saat akan melakukam tawuran, Senin (11/4/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Begal Sleman diatasi dengan berbagai cara.
Harianjogja.com, SLEMAN - Satgas Antiklithih yang dibentuk Polres Sleman mulai menunjukkan tajinya. Belasan pelajar klithih yang membawa parang di kawasan Jalan Magelang Kutuasem, Sinduadi, Mlati, Sleman diringkus. Sembilan pelajar resmi ditahan karena terbukti membawa senjata tajam, tiga lainnya dikenakan wajib lapor.
Sembilan pelajar itu lima diantara berasal dari Kota Jogja terdiri dari berinisial AS, 14, warga Mergangsan, AT, 17, warga Jetis, FAD 17, juga warga Jetis, TD, warga Pringgokusuman dan FW, 17, warga Danurejan. Tiga lainnya asal Sleman yaitu GG, 16, warga Mlati, MI, 17, warga Depok dan DS, 16, warga Pakem serta seorang pelajar asal Bantul berinisial AF, 16, warga Kasihan. Mereka kerap beraksi di jalanan saat dinihari dengan asal membacok pengguna jalan. Geng ini dikenal sangat meresahkan warga Sleman.
Kapolres Sleman AKBP Yulianto menjelaskan, komplotan geng pelajar ini ditangkap pada Minggu (10/4/2016) dinihari. Saat penangkapan terjadi memang mereka tidak sedang melakukan tindakan kriminal. Tetapi dari hasil penggeledahan barang bawaan mereka sangat menakutkan, sembilan pelajar membawa samurai, celurit, parang dan gir. Kuat dugaannya, geng ini tengah mencegat kelompok lain atau sengaja mencari sasaran jalanan.
"Saat kami datangi, mereka berlarian. Kami menangkap 12 anak, tetapi setelah diperiksa detail sembilan anak yang terbukti membawa senjata tajam," terang Kapolres, Senin (11/4/2016).
Ia menambahkan, dari hasil penyidikan, beberapa pelajar di antaranya masuk dalam data di Polres Sleman pernah melakukan tindakan kenakalan remaja. Mereka perkumpulan geng pelajar yang kerap meresahkan dengan beraksi pada malam hingga dinihari. Yulianto menegaskan, sembilan pelajar itu akan diteruskan sesuai dengan prosedur hukum. Mereka dijerat dengan UU Darurat karena membawa senjata tajam.
"Sampai hari ini masih diperiksa di Polres. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada keterkaitan dengan geng motor KLX sebelumnya kami tangkap," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bayern Muenchen ditahan Schalke 0-0 di Veltins-Arena. Harry Kane, Olise dan Musiala gagal membawa Die Roten meraih kemenangan.
Simak cara cek status tiket dan penerbangan Garuda Indonesia serta Citilink yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mobil terkena abu vulkanik? Pengamat ITB Yannes Martinus Pasaribu menyarankan membilasnya dengan air mengalir agar tidak merusak kendaraan.
Sebanyak 2.250 KPM di Solo terindikasi terafiliasi judi online. Penyaluran bansos dihentikan dan pemulihan diperkirakan pada triwulan IV 2026.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT Pegadaian (Persero) menggelar intimate dinner bertajuk “An Evening with Pegadaian"
Struktur Gerbang Tol Trihanggo di Kronggahan, Sleman, rampung. GT ini menjadi akses penghubung Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.