Reog Keprajuritan hingga Bebek Bacem Nglengis dari Sleman Jadi WBTb Nasional
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Potret Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo pada Momentum (6/9/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Pembangunan struktur fisik Gerbang Tol (GT) Trihanggo di Kronggahan, Gamping, Sleman, telah rampung. Gerbang tol tersebut menjadi bagian penting dalam konektivitas Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen, khususnya untuk akses kendaraan menuju wilayah DIY maupun perjalanan ke arah Magelang.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan pekerjaan struktur GT Trihanggo telah selesai. Bentuk gerbang tol kini sudah terlihat dan pengerjaan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Menurut Agung, setelah struktur utama rampung, pekerjaan berikutnya adalah memasang siluet situs Keraton Ratu Boko pada bagian atas gerbang. Ornamen tersebut menjadi salah satu ciri khas desain GT Trihanggo.
"Betul, itu tinggal apa siluetnya itu yang siluet situs Kraton Ratu Boko itu dinaikkan, itu nanti kemudian itu finishing di situ sudah, insyaallah selesai," jelas Agung dikutip pada Minggu (6/9/2026).
Desain GT Trihanggo tidak hanya mengedepankan fungsi sebagai gerbang tol. Unsur budaya lokal juga dimasukkan melalui ornamen yang terinspirasi dari situs Keraton Ratu Boko.
Siluet tersebut akan ditempatkan di bagian atas gerbang dengan bentuk ornamen segitiga yang menyerupai bangunan candi. Adapun pilar penyangga GT Trihanggo tetap menggunakan konstruksi sebagaimana gerbang tol pada umumnya.
Selain siluet Keraton Ratu Boko, gerbang tol tersebut juga dilengkapi ornamen tulisan menggunakan Aksara Jawa dan huruf latin.
"Sudah, secara strukturnya sudah [selesai]," tandas Agung.
Dengan rampungnya struktur fisik tersebut, GT Trihanggo tinggal memasuki tahapan pemasangan ornamen dan penyelesaian akhir sebelum nantinya digunakan sebagai bagian dari sistem konektivitas jalan tol di kawasan Jogja dan Jawa Tengah.
GT Trihanggo memiliki fungsi strategis karena berada di kawasan Kronggahan yang menjadi titik koneksi antara jaringan Tol Jogja-Solo dengan Tol Jogja-Bawen.
Agung menjelaskan Tol Jogja-Bawen memiliki keterkaitan dengan segmen Tol Jogja-Solo di kawasan Trihanggo-Junction Sleman. Kendaraan dari arah Tol Jogja-Bawen yang hendak menuju wilayah DIY perlu menggunakan jaringan Tol Jogja-Solo melalui kawasan tersebut dan kemudian keluar melalui GT Trihanggo.
"Jadi tol Kronggahan ini hanya sifatnya feeder atau membantu Tol Jogja-Bawen ya. Jadi Tol Jogja-Bawen itu nanti untuk keluar ke kota itu pasti harus butuh tol yang Jogja-Solo yang ada di Kronggahan," jelasnya.
Artinya, keberadaan GT Trihanggo nantinya tidak hanya berfungsi sebagai gerbang keluar-masuk kendaraan dari satu ruas tol, tetapi juga mendukung konektivitas perjalanan antara wilayah DIY dengan jaringan jalan tol menuju Jawa Tengah.
Selain menjadi akses kendaraan dari jaringan Tol Jogja-Bawen menuju wilayah DIY, GT Trihanggo juga dapat digunakan sebagai akses bagi kendaraan yang hendak masuk menuju jaringan Tol Jogja-Bawen.
Pengendara yang masuk melalui GT Trihanggo dapat melanjutkan perjalanan menuju wilayah Magelang yang menjadi bagian dari jaringan Tol Jogja-Bawen.
"Tol Jogja-Solo Kronggahan ketika untuk masuk nanti harus apa keluarnya nanti di daerah Magelang," tandasnya.
Koneksi tersebut membuat kawasan Kronggahan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan jaringan jalan tol yang menghubungkan Jogja dengan wilayah Solo dan Jawa Tengah bagian utara.
Selain pembangunan GT Trihanggo, pekerjaan konstruksi pada area Tol Jogja-Solo yang berbatasan langsung dengan Tol Jogja-Bawen juga telah memasuki tahap akhir.
Agung memastikan bagian jalan yang menjadi penghubung kedua ruas tersebut sudah tersambung. Pekerjaan rigid pavement juga telah selesai dan selanjutnya akan dilakukan pengaspalan.
"Sudah, ini sudah tahap tersambung dan rigid sudah selesai dan pengaspalan nanti di situ," terang Agung.
Rampungnya struktur GT Trihanggo dan tersambungnya konstruksi di area perbatasan kedua ruas menjadi bagian penting dalam menyiapkan konektivitas Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
Kehadiran infrastruktur tersebut nantinya diharapkan membuat perjalanan kendaraan dari Jogja menuju jaringan tol di Jawa Tengah maupun sebaliknya menjadi semakin terhubung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Pemkab Kulonprogo mengusulkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah utara yang ditargetkan beroperasi 2028 untuk melayani lima kapanewon.
Simak cara cek status tiket dan penerbangan Garuda Indonesia serta Citilink yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mobil terkena abu vulkanik? Pengamat ITB Yannes Martinus Pasaribu menyarankan membilasnya dengan air mengalir agar tidak merusak kendaraan.
Sebanyak 2.250 KPM di Solo terindikasi terafiliasi judi online. Penyaluran bansos dihentikan dan pemulihan diperkirakan pada triwulan IV 2026.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT Pegadaian (Persero) menggelar intimate dinner bertajuk “An Evening with Pegadaian"