Ramp On Off Tol Jogja-Solo Dikebut, GT Trihanggo Usung Ikon Ratu Boko

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 12 Agustus 2026 05:57 WIB
Ramp On Off Tol Jogja-Solo Dikebut, GT Trihanggo Usung Ikon Ratu Boko

Potret Gerbang Tol Trihanggo di area ramp off pada Selasa (11/8/2026). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.

Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo pada proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman terus dikebut. Selain mempercepat pengerjaan akses masuk dan keluar tol atau ramp on/ramp off, gerbang tersebut akan mengusung desain siluet situs Ratu Boko yang dipadukan dengan ornamen aksara Jawa.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan pengerjaan ramp on dan ramp off di Trihanggo masih berlangsung. Saat ini, kontraktor berfokus pada pekerjaan tanah dan pengecoran lantai sebelum masuk ke tahap pembangunan gerbang.

"Ya, untuk ramp on/ramp off sekarang sedang berprogres ya. Sekarang sudah fokus untuk melakukan penimbunan tanah dan pengecoran untuk lantainya. Kemudian setelah itu nanti fokus ke gerbangnya," kata Agung, Selasa (11/8/2026).

Gerbang Tol Trihanggo Usung Siluet Ratu Boko

Selain berfungsi sebagai akses kendaraan menuju dan keluar jalan tol, Gerbang Tol Trihanggo nantinya memiliki desain yang mengangkat identitas budaya DIY.

Agung mengatakan gerbang tersebut akan menggunakan siluet situs Ratu Boko sebagai ikon utama. Desain itu dipilih untuk memberikan karakter tersendiri pada gerbang tol yang berada di wilayah Sleman.

"Gerbangnya tentunya sudah kita ketahui bersama menggunakan ikon yang sangat ikonik ya, siluet situs Candi Ratu Boko," ungkapnya.

Desain gerbang juga akan dilengkapi penanda berupa aksara Jawa. Tulisan tersebut akan menunjukkan nama Gerbang Tol Trihanggo sekaligus menjadi elemen yang memperkuat identitas daerah.

"Nanti juga dilengkapi juga dengan aksara Jawa sebagai penanda identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Di gerbang tol ada aksen tulisan Jawanya," jelas Agung.

Penggunaan elemen budaya lokal tersebut membuat Gerbang Tol Trihanggo tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur transportasi, tetapi juga membawa identitas khas DIY dalam desain konstruksinya.

Tol Jogja-Solo Sudah Tersambung dengan Tol Jogja-Bawen

Di sisi lain, pengerjaan Tol Jogja-Solo pada bagian yang berbatasan dengan Tol Jogja-Bawen disebut telah dirampungkan kontraktor.

Agung mengatakan bagian tersebut kini telah tersambung dengan ruas Tol Jogja-Bawen dan memasuki tahap rigid.

"Alhamdulillah dengan Tol Jogja-Bawen sudah bisa tersambung, sudah dirigid," ujarnya.

Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo menjadi salah satu bagian dari pengerjaan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. Pengerjaan akses ramp on dan ramp off terus dilakukan sebelum pembangunan bagian gerbang memasuki tahap berikutnya.

Dengan desain siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, Gerbang Tol Trihanggo nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu penanda visual yang merepresentasikan karakter budaya DIY di tengah pengembangan jaringan jalan tol.

Pengerjaan di lapangan masih terus berjalan dengan fokus pada penyelesaian akses masuk dan keluar tol sebelum konstruksi gerbang dilanjutkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online