PENATAAN MALIOBORO : PKL Surati Walikota, Apa Isinya?

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 15 April 2016 00:20 WIB
PENATAAN MALIOBORO : PKL Surati Walikota, Apa Isinya?

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah pekerja memasang pagar pembatas jalan di persimpangan sisi barat laut Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Pagar berbahan besi dengan tulisan Malioboro itu dapat dilipat seperti halnya pintu gerbang, kehadiran pagar baru itu menggantikan pagar pembatas jalan sebelumnya yang berwujud aksara jawa yang unik nan khas.

Penataan Malioboro dilakukan bertahap.

Harianjogja.com, JOGJA-Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro minta kepastian dari Pemerintah Kota Jogja agar tetap dapat berjualan selama proses penataan kawasan tersebut berlangsung. Permintaan tersebut merupakan salah satu dari sejumlah poin tuntutan pelaku usaha kawasan Malioboro yang disampaikan kepada walikota Jogja melalui surat, Kamis (14/3/2016).

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM), Sukidi mengatakan dalam gambar peta penataan kawasan Malioboro, tidak melihat adanya penataan PKL, khususnya PKL yang menampati sisi timur Malioboro. Pedagang lesehan sisi Timur Malioboro yang terdaftar dalam paguyuban ada 52, semuanya sepakat ditata.

“Tapi jangan sampai kami direlokasi,” kata Sukidi, kemarin.

Selama ini diakui Sukidi, belum ada sosialisasi dari Pemerintah Kota Jogja kepada para PKL terkait dengan penataan. Bahkan mereka tidak mengetahui kapan dimulainya pengerjaan fisik di sisi timur Malioboro. Namun dampak negatif dari penataan sudah terasa, para pedagang lesehan merugi rata-rata 50-60 persen.

Sukidi yang juga pemilik lesehan di sekitar Hotel Inna Garuda mengaku biasanya memperoleh penghasilan dalam semalam Rp1-1,5 juta.

“Sejak seminggu terakhir hanya Rp800.000 pendapatan kotor,” akunya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online