PILKADA KULONPROGO : Koalisi Pilpres & Pilkada Mungkin Berbeda
Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) Jawa Timur melakukan kampanye menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Kampanye antigolput itu mereka lakukan dengan membagikan bunga dan selebaran ajakan untuk mencoblos di area Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (6/12/2015). Aksi simpatik tersebut bertujuan untuk mensukseskan penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember 2015 yang jurdil, tertib, aman, dan damai guna terbentukny
Pilkada Kulonprogo masih setahun lagi.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kulonprogo melayangkan surat resmi kepada DPC PDI Perjuangan Kulonprogo, Kamis (14/4/2016). Surat tersebut mempertanyakan arah dan kelanjutan koalisi kedua partai saat pemilihan presiden (pilpres) 2014 lalu untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 mendatang.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kulonprogo, Istana mengaku telah membaca surat dari DPC PKB Kulonprogo. Setahu dia, tidak ada kesepakatan koalisi seperti yang dimaksud.
Menurutnya, bentuk koalisi antara pilpres dan pilkada bisa saja berbeda karena paramater politik yang dipakai pun tidak sama. Kebutuhan koalisi tingkat nasional dan lokal juga mungkin saja berbeda.
Istana mengungkapkan, arah koalisi masih harus menunggu beberapa proses internal partai. Koalisi baru menjadi fokus pembahasan saat rekomendasi terkait calon bupati dan wakil bupati yang bakal diusung dalam Pilkada 2017 sudah akan dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Nanti akan kami balas suratnya,” kata Istana saat dikonfirmasi pada Jumat (15/4/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share