Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Nelayan pantai selatan di kawasan Depok disarankan memiliki nilai tambah dari hasil tangkapannya
Harianjogja.com, BANTUL- Pemberdayaan nelayan di wilayah Depok hingga saat ini dinilai sudah maju, pasalnya kesejahteraan nelayan di Depok jika dibandingkan dengan nelayan di wilayah lain sudah jauh lebih berkembang.
Hanya saja kemajuan pemberdayaan nelayan tersebut masih belum diimbangi dengan nilai tambah dari para nelayan itu sendiri.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan meskipun terbilang baru, nelayan di Depok sudah mulai mengenyam hasilnya.
“Hanya saja mereka masih perlu meningkatkan nilai tambah para nelayan itu sendiri, hal demikian dilakukan untuk semakin meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” paparnya, Jumat (15/4/2016).
Nilai tambah dari para nelayan di Depok menurut GKR Hemas, bisa dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan berbagai potensi yang ada di sekitar Depok
“Pendidikan bagi nelayan dan generasinya sangatlah penting hal tersebut harus dilakukan untuk memajukan berbagai potensi yang ada wilayah ini seperti contohnya untuk budidaya pembuatan garam laut,” ujarnya.
Sementara itu menurut Lurah Desa Parangtritis Topo, memang untuk saat ini kesejahteraan nelayan di Depok masih tidak menemui permasalahan yang besar.
“Hasil laut terbilang masih stabil, melihat untuk saat ini jumlah nelayan yang ada di Depok jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” tegas Topo.
Menurutnya dalam menanggapi usulan untuk meningkatkan nilai tambah bagi para nelayan, ia memang menyetujuinya. Namun berdasarkan pengaaman lalu sektor nilai tambah yang nilai ekonominya tidak begitu besar untuk dikembangkan di wilayah Depok masih susah
“Sebenarnya untuk pemberdayaan petani garam sudah dua kali pernah dilakukan, para nelayan juga sudah bisa membuat garam, selain alat untuk produksi yang mudah dan garam yang dihasilkan pun juga terbilang bagus," katanya.
Namun, hasil dari produksi garam masih belum banyak sehingga para nelayan masih belum ada minat untuk mengembangkan sektor tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.