Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Ilustrasi PNS
PNS DIY dipastikan tak ada kesalahan data.
Harianjogja.com, JOGJA -- Badan Kepegawaian Daerah DIY memastikan tak ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) 'misterius” yang berpotensi merugikan negara di wilayahnya. Data yang ada saat ini disebut merupakan data termutakhir yang bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya.
Kepala BKD DIY Agus Supriyanto terkejut dengan kabar temuan 57.000 PNS misterius yang tak jelas keberadaan sosoknya oleh Badan Kepegawaian Negara. Meskipun demikian, Agus mengatakan pihaknya yakin seratus persen tak ada kesalahan data PNS di lingkungan DIY.
Terlebih menurutnya selama ini BKD selalu melakukan evaluasi dan pembaruan data setiap kali ada PNS yang mengundurkan diri atau pensiun. Pihaknya pun sudah mencoret data PNS yang sudah tak lagi terdaftar di lingkungan DIY.
“Disini komplit je pegawaine. Insya Allah yakin data kami benar, setiap hari kan kami lakukan pengecekan dan pembaruan data, jadi fix enggak ada seperti itu di DIY,” kata dia.
Temuan keberadaan PNS yang tak jelas keberadaannya itu terungkap setelah BKN melakukan Pendataan Ulang PNS (PUPNS) sejak setahun terakhir. Dalam proses pendataan itu para PNS wajib mendaftar secara pribadi via aplikasi e-PUPNS.
Dilansir Detik.com, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan awalnya mereka menemukan 93.000 PNS yang tak jelas keberadaannya. Setelah ditelusuri ulang, ternyata ada PNS yang sudah pensiun secara mandiri tetapi masih terdata dan belum tercatat di BKN.
Kondisi itu berbeda bila PNS pensiun secara normal karena bila melalui prosedur normal, BKN yang akan membuat surat keputusannya.
“Kalau pensiun sendiri kan ya keluar saja, hal itu yang kita bersihkan,” kata dia.
Dari hasil penyisiran itu, tersisa 57.000 PNS yang belum diketahui statusnya. Keberadaan 57.000 PNS misterius ini pun dikhawatirkan merugikan keuangan negara karena selama ini uang gaji PNS bisa jadi terus mengalir ke rekening PNS misterius tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Klasemen Liga Inggris 2026/2027 setelah pekan ketiga. Man City memimpin dengan 9 poin, Arsenal kedua, sedangkan MU berada di posisi ke-11.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.