Muktamar ke-35 NU Ricuh, Kader Adu Jotos di Pintu Gerbang Ponpes Tambakberas Jombang
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Ilustrasi gender
Hari Kartini dapat dimaknai dengan keterlibatan perempuan dalam politik.
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY berencana mendorong perempuan berani bersaing di dunia kerja. Mereka juga berusaha meningkatkan partisipasi perempuan kepada dunia politik.
Kepala BPPM DIY Arida Utami di sela-sela peringatan Hari Kartini di Bangsal Kepatihan Kamis (21/4/2016) mengatakan meskipun setiap tahun jumlah perempuan pekerja semakin meningkat, tak banyak yang menempati posisi puncak. Kondisi itu terjadi pula di bidang pemerintahan dan politik seperti di instansi pemerintahan dan lembaga legislatif.
Berdasarkan data Bappeda DIY, terjadi ketimpangan jumlah perempuan pekerja yang bekerja di lembaga swasta dan lembaga pemerintahan. Data 2015 menunjukkan 97,14% perempuan masih bekerja di sektor swasta. Sisanya menempati lembaga pemerintahan.
"Perempuan pekerja di kepala lembaga pemerintahan masih terbatas, yang menjadi anggota dewan juga sama kondisinya," kata dia.
Meskipun demikian, Arida mengaku jumlah peremouan pekerja di DIY terbilang tinggi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) perempuan di DIY sevara konstan mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. 2013 lalu TPT perempuan sebanyak 4,37%. 2015 jumlahnya turun drastis menjadi hanya 2,59% TPT perempuan.
Penyebabnya menurut Arida kesempatan bekerja antara lelaki dan perempuan di DIY terbilang imbang. Sehingga perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara terbuka dengan laki-laki pekerja.
“Dulu, perempuan dulu hanya dianggap sebagai konco wingking saja, sekarang kondisinya berbeda” ujar Arida.
Masih kurangnya partisipasi perempuan di dunia politik diakui juga oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Rany Widayati. Di DPRD DIY, dari 55 anggota, hanya 6 diantaranya yang berjenis kelamin perempuan.
“Padahal jika mau belajar, perempuan juga bisa berpolitik, Saya pikir tidak ada perempuan yang tidak mampu,” ujar Rany.
Sementara permaisuri KGPAA Paku Alam X, GKBRAy Paku Alam X menyatakan tingginya jumlah perempuan pekerja di DIY disebabkan oleh upaya pemenuhan kebutuhan pokok keluarga. Menurutnya hal itu sah saja dilakukan selama tetap bisa membagi waktu untuk keluarga.
“Peran prempuan sangat kompleks, kita juga harus bisa membagi waktu untuk berperan sebagai istri dan ibu di rumah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Klasemen Liga Inggris 2026/2027 setelah pekan ketiga. Man City memimpin dengan 9 poin, Arsenal kedua, sedangkan MU berada di posisi ke-11.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.